DPRD Berau Ingatkan Ancaman Fiskal 2027, Pembangunan Dikhawatirkan Terhambat

Sabtu, 9 Mei 2026 08:22 WITA
Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga,

NEWSNUSANTARA,BERAU – DPRD Berau mulai menyoroti proyeksi kondisi keuangan daerah pada 2027 yang dinilai dapat memengaruhi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Berau.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, mengatakan kapasitas anggaran daerah diperkirakan mengalami tekanan cukup besar karena ruang fiskal semakin terbatas.

Menurutnya, proyeksi pendapatan daerah pada 2027 diperkirakan hanya berada di kisaran Rp2 triliun lebih, sementara kebutuhan belanja pegawai diprediksi menembus lebih dari Rp1 triliun.

Baca Juga  Dana Transfer Dipangkas, APBD Berau 2026 Turun Tajam Jadi Rp2,7 Triliun

“Kalau kondisi ini tidak diantisipasi sejak sekarang, tentu akan berdampak terhadap program pembangunan daerah,” ujarnya, Selasa (9/5/2026).

Saga menilai persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan angka dalam penyusunan anggaran, tetapi juga menyangkut arah pembangunan daerah ke depan.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga,

Ia mengingatkan pemerintah daerah agar lebih selektif dalam menentukan program prioritas sehingga proyek yang telah berjalan dapat diselesaikan dengan baik.

Menurutnya, jangan sampai terlalu banyak proyek dimulai, namun akhirnya terbengkalai karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga  Bupati Berau Buka Acara MTQ di Sambaliung

“Pembangunan yang sudah berjalan harus dipastikan selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah proyek strategis yang hingga kini masih berproses, salah satunya pembangunan embung air bersih di wilayah Maratua yang dinilai perlu mendapat perhatian serius agar tidak terhenti di tengah jalan.

Saga menegaskan pemerintah daerah perlu mengubah pola perencanaan pembangunan dengan mengedepankan skala prioritas dibanding membuka terlalu banyak program baru.

Baca Juga  Forum Berau Sehat Gelar Pembinaan FKKS 2023, Wujudkan Berau jadi Kabupaten Sehat

Selain itu, ia mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam beberapa tahun mendatang.

“Peningkatan PAD harus menjadi perhatian serius supaya kondisi keuangan daerah tetap kuat,” jelasnya.

Ia berharap setiap proyek yang telah menggunakan anggaran daerah benar-benar dapat diselesaikan hingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada bangunan berdiri tapi tidak bisa digunakan. Itu tentu merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Akmal
Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait