Sistem bioflok ini ternyata memberikan hasil yang menggembirakan, terutama dalam hal penghematan biaya pakan ikan. “Kunci sukses budidaya ikan adalah mengurangi biaya pakan. Dengan metode bioflok, kami memasukkan bakteri baik yang mengubah sisa pakan menjadi makanan ikan kembali,” ungkap Didik saat berbagi kiat suksesnya dalam budidaya ikan.

Tidak hanya menghemat pakan ikan, sistem ini juga mampu mengoptimalkan hasil panen hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional. Hasil panen ikan yang melimpah inilah yang menginspirasi Didik untuk mengembangkan Restoran Sawah Kakung. “Hasil dari kolam seperti ikan gurame, nila, patin, dan lele, kita jual di restoran. Ikannya bisa dibakar, digoreng, atau dijadikan sup, dan menjadi hidangan andalan Restoran Sawah Kakung,” tambah Didik.
Restoran Sawah Kakung ini berlokasi berdampingan dengan Taman Athena, tempat Didik juga membudidayakan kebun durian. Deretan pohon durian yang sudah berbuah tumbuh di sekitar area restoran. Didik pun kembali berinovasi dengan menciptakan menu baru seperti ikan nila bakar durian, ikan gurame bakar durian, dan nasi goreng durian. Durian dan ikan yang digunakan diolah langsung dari kebun dan kolam mereka.
Sawah Kakung merupakan destinasi agrowisata yang terletak di tengah-tengah keindahan alam Magelang yang menawarkan pemandangan yang menawan. Para pengunjung dapat menikmati hidangan ikan segar dan buah durian sambil menikmati panorama sawah.
Tidak hanya menikmati kuliner, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk melihat-lihat kolam ikan yang dikelola dengan dedikasi oleh masyarakat setempat. Beragam jenis ikan yang ada memberikan pengalaman unik bagi pengunjung untuk melihat langsung ikan-ikan tersebut berenang di dalam air yang jernih.
Integrasi antara kolam ikan dan dapur restoran menjadi keistimewaan tersendiri. Para pengunjung dapat menikmati hidangan lezat yang disiapkan oleh para koki berbakat dengan bahan-bahan segar yang diambil langsung dari kolam.

Budi daya perikanan di destinasi agrowisata Sawah Kakung juga memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pangan. “Melalui pengelolaan kolam ikan yang berkelanjutan, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam menyediakan sumber pangan lokal yang berkualitas,” kata Didik.
Pendekatan pertanian yang ramah lingkungan di Sawah Kakung tidak hanya mendukung kemandirian pangan, tetapi juga memberikan contoh terbaik untuk praktik pertanian lainnya. Oleh karena itu, Sawah Kakung juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang pertanian berkelanjutan dan budidaya ikan.
Mereka dapat mengikuti tur peternakan ikan, berpartisipasi dalam workshop, atau bahkan mencoba memancing di kolam yang disediakan. Pengalaman ini memberikan wawasan mendalam tentang proses pertanian dan pentingnya praktik pertanian yang berkelanjutan.

Dengan keindahan alamnya, kenikmatan kuliner ikan segar, serta komitmen terhadap kemandirian pangan, Sawah Kakung di Magelang menjadi destinasi agrowisata yang tak terlupakan. Dengan mengunjungi Sawah Kakung, para wisatawan tidak hanya akan menikmati liburan yang mengesankan, tetapi juga mendukung upaya kemandirian pangan dan praktik pertanian yang berkelanjutan. Destinasi ini menjadi inspirasi bagi pengembangan agrowisata di wilayah lainnya dengan mengintegrasikan keindahan alam, budidaya ikan, dan kuliner lokal yang lezat.
Sumber Rilis:Editor:Edy





