Polda Kaltim Gelar Press Release Pengungkapan 1,508 Kg Sabu

PENANGKAPAN: Kabid Humas bersama Dir Resnarkoba dan Wadir Resnarkoba menjelaskan penangkapan jaringan narkoba dengan barang bukti 1,508 kg sabu-sabu.

NEWSNUSANTARA.COM BALIKPAPAN- Polda Kaltim menggelar press release atas keberhasilan Dit Resnarkoba Polda Kaltim mengungkap peredaran narkotika jenis sabu sejumlah 1.508 gram atau 1,508 Kg, Selasa (10/01/2023).

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo didampingi Dir Resnarkoba dan Wadir Resnarkoba , memimpin secara langsung kegiatan press release tersebut.

Dua orang pelaku penyalahgunaan berhasil diamankan di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu(07/01/2023) lalu.

“Pelaku diketahui berinisial AT(27) dan BF(43), Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, ” ujar Kombes Pol Yusuf.

Awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa sering terjadi peredaran narkoba di daerah Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku sekitar pukul 22.00 Wita.

seberat 1.508 gram dipamerkan di hadapan awak media guna pres rilease 

“Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ransel berisi 1 bungkus biskuit cina yang berisi plastik bening besar seberat 1.508 gram

serta sebuah handphone merek Samsung A7 ”, ujar Yusuf Sutejo.

“Untuk saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh Dit Resnarkoba Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kabid Humas. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Ditresnarkoba Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu Seberat 1,509 Kg

SINDIKAT SABU: Dua pelaku kejahatan jaringan narkoba ditangkap polisi bersama barang bukti sabU-sabu seberat 1 kg lebih.

NEWSNUSANTARA. COM, SAMARINDA – Dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu berhasil ditangkap polisi di Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (07/01/2023).

“Pelaku diketahui berinisial AT (27) dan BF (43) warga Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, ” ujar Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Awalnya petugas mendapatkan informasi bahwa sering terjadi peredaran narkoba di daerah Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap pelaku sekitar pukul 22.00 Wita.

SINDIKAT SABU: Dua pelaku kejahatan jaringan narkoba ditangkap polisi bersama barang bukti sabU-sabu seberat 1 kg lebih.

Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ransel berisi 1 bungkus biskuit cina yang berisi plastik bening besar seberat 1.509 gram atau 1,508 Kg serta sebuah handphone merek Samsung A7.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kabid Humas. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Tak Terima Ibu Nikah Lagi, Anak Tikam Bapak Tiri Saat Bongkar Sayur

ft ist.ilustrasi penikaman,

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Seorang pemuda berinisial NA (29) tikam bapak tirinya berinisial BA (55) di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, Kamis (29/12/2022) pada pukul 20.45 Wita. BA dinyatakan meninggal dunia saat hendak diberikan perawatan intensif di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi menjelaskan, dari informasi yang dihimpun dari pemeriksaan tersangka, motif pelaku melakukan penikaman karena tidak suka ibu kandungnya menikah lagi.

“Pelaku dan korban tidak pernah selisih paham sebelumnya, penikaman itu dilakukan hanya karena pelaku tidak suka menikah lagi dengn korban. Korban ini sebenarnya tidak tahu apa-apa,” jelasnya.

Sebelum terjadi penikaman, korban yang berasal dari Sulawesi dan pelapor yang merupakan ibu kandung tersangka NU (45), membawa sayur dan buah-buahan dari Kecamatan Biduk-Biduk untuk diantarkan kepada langganannya di Jalan Soekarno Hatta RT 12 Kampung Talisayan, Kecamat Talisayan.

Setelah sampai di Talisayan, korban bersama pelapor menurunkan sayur dan buah-buahan. Saat itu, ada juga saksi berinisial IC yang juga ikut membongkar sayuran dan buah-buahan dari mobil korban. Namun, tiba-tiba datang tersangka dari arah belakang, langsung menusuk rusuk bagian sebelah kiri korban dengan menggunakan sebilah parang sebanyak 1 kali.

“Korban yang dilarikan ke RSUD tak bisa tertolong, dan meninggal dunia setelah beberapa saat mendapat perawatan medis di RS Pratama Talisayan,” jelasnya.

Sementara dikatakan Suradi, tersangka usai menikam, langsung melarikan diri bersama adiknya berinisial MR menggunakan sepeda motor. Sementara itu, baik istri korban maupun IC, melaporkan insiden itu ke Polsek Talisayan.

Aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut, langsung bergerak mengejar tersangka. Kurang lebih 1 jam, aparat kepolisian berhasil mengamankan tersangka dan barang bukti berupa sebilah parang, di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Polsek Talisayan guna diproses lebih lanjut. Tersangka diancam dengan Pasal 340 KUHPidana Sub 338 KUHPidana Jo 351 Ayat 3 KUHPidana,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

133,77 Gram Sabu Diblender Polisi

Jajaran Polres Berau memunaskah barang bukti sabu sabu di Polres Berau

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Sebanyak 133,77 gram sabu diblender Polres Berau, Selasa (20/20). Pemusnahan itu dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Berau, AKP Feriadi Silvano Muabuay, dan didampingi Kasat Resnarkoba Polres Berau Iptu Didin.

Dalam pemusnahan barang bukti sabu itu juga, dihadiri oleh JPU Kejaksaan Negeri Berau, Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, dan Kuasa hukum tersangka.

“Total barang bukti yang dimusnahkan 133,77 gram sabu. Hasil pengungkapan kasus oleh rekan-rekan dari Satresnarkoba Polres Berau dan jajaran polsek,” ungkap Kabag Ops Polres Berau AKP Febriadi Silvano Muabuay di Ruang Konferensi Pers Polres Berau.

Dijelaskan Februari, batang bukti yang dimusnahkan itu berasal dari 10 kasus berbeda dengan tersangka sebanyak 10 orang. Sebelumnya, tersangka juga diperlihatkan barang bukti miliknya sebelum pemusnahan.

Dalam prosesnya, sabu dimusnahkan dengan cara dicampur dengan air berisi larutan garam di dalam wadah blender. Kemudian, sabu yang sudah diblender tadi dibuang ke saluran toilet.

Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk menjauhi narkoba. Ia mengatakan, tidak ada kompromi untuk pengguna maupun pengedar narkoba di Bumi Batiwakkal.

“Jangan coba-coba mengkonsumsi narkoba jika tidak ingin berurusan dengan hukum,” terangnya.

Pihaknya juga menegaskan, tidak pandang bulu dalam menuntaskan kasus narkoba. Menurutnya, narkoba tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat umum. Bahkan, kaum elit pun menjadi sasaran dari narkoba.

“Kami tidak akan memberikan ruang terhadap narkoba. Siapapun dia dan apapun jabatannya, pasti akan kami tindak tegas, sesuai dengan kode etik dan undang-undang yang berlaku,” tandasnya. (/)

Bagikan :

Personel Ditresnarkoba Polda Kaltim Gagalkan Peredaran 1 Kg sabu-sabu di Samarinda

TANGKAPAN BESAR: Proses penangkapan pengedar sabu kelas kakap yang dilakukan personel Ditresnarkoba Polda Kaltim.

NEWSNUSANTARA.COM-BALIKPAPAN- Personel Ditresnarkoba Polda Kalimantan Timur berhasil menggagalkan peredaran 1 kg sabu-sabu dengan menangkap satu orang terduga pengedar barang haram tersebut di Samarinda Kaltim sekitar pukul 05.35 Wita, Selasa (13/12/22).

Pertama, personel Ditresnarkoba Polda Kaltim menyergap R T (37 tahun), warga Makassar, di Jl. Dr. Sutomo Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur tepatnya dekat Parkiran guest house kenongo belakang Bank BNI.

Dari aksi tersebut, polisi berhasil menyita kurang lebih 1 Kg sabu-sabu.

“Kami temukan di dalam ransel yang sedang digendong tersangka saat ditangkap,” ujar Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo Chairul.

Sabu-sabu tersebut terbungkus seperti teh tarik merk Aik Cheong yang di dalam nya berisi butiran serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 1 Kg, yang di masukan kedalam 1 buah tas merk eiger warna merah maron serta membawa 1 buah HP merk Oppo.

Selanjutnya sodara RT berserta barang bukti di amankan dan dilakukan investigasi awal kepada tersangka untuk mendapatkan keterangan asal usul barbuk dalam rangka pengembangan kasus tersebut.(*/ono/sar)

Bagikan :

Curi Emas Dua Tersangka Dibekuk Polisi

Polisi berhasil amankan pelaku pencurian emas di Kampung Merancang Ilir.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Polres Berau amankan dua orang tersangka kasus pencurian di Kampung Merancang Ilir, Kecamatan Gunung Tabur.

Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi mengatakan, salah satu masih dibawah umur, dan tersangka lainnya berinisial JU (29). Keduanya diamankan pada Jumat (2/12) pukul 00.30 Wita di Kost Indah Jaya, Tanjung Redeb.

“Satu orang pelaku berinisial HA, masih dalam pengejaran petugas. Sementara kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Berau,” ujarnya.

Diterangkannya, terjadinya aksi pencurian itu berawal pada Kamis (24/11) saat korban meninggalkan rumahnya di Merancang Ilir ke Kecamatan Segah. Rumah itu ditinggalkan dalam keadaan kosong dan pintu terkunci.

Di Segah, korban bermalam selama dua hari menghadiri acara undangan pernikaha keluarganya. Kemudian, pada sabtu (26/11) sekira pukul 15.30 Wita, korban sampai dirumah, dan pada pukul 18.30 Wita, ada orang yang datang kerumanya untuk membeli sembako.

Ketika dirinya, mengembalikan uang kembalian, dirinya kaget karena tidak melihat uang yang berada di dalam dompetnya. Tidak itu saja, saat awal kedatangannya di rumah, dia juga melihat anting telinganya jatuh di depan kamar.

“Setelah itu, korban langsung mengecek lemari baju, yang di dalamnya ada uang dan juga emas. Saat dicek, emas dan uangnya sudah tidak ada,” ujarnya.

Karena panik, korban kemudian menghubungi menantunya, dan menanyakan apakah melihat emas yang disimpannya dalam lemari. Namun, semua keluarganya mengaku tidak mengetahuinya.

“Korban selanjutnya melaporkan ke Polres Berau, karena telah terjadi pencurian di rumahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, usai menerima laporan, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tidak membutuhkan waktu lama, tim opsnal Polres Berau, berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian emas.

“Keduanya diamankan tanpa ada melakukan Perlawanan.
Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui, bahwa mereka yang telah melakukan tindak pidana Pencurian Emas

Tidak itu saja, keduanya mengakui, saat mencuri, tersangka yang masih di bawah umur beserta HA, masuk kedalam Rumah malam hari saat penghuninya tidak ada.

Kemudian, HA mengajak JU, Untuk menjual emas hasil curiannya dan membagi tiga hasilnya.

“Sebagian hasil penjualan emas itu, dibelikan beberapa peralatan sepeda motor. Pelaku diancam dengan Pasal 363 KUHP,” pungkasnya. (/).

Bagikan :

KEMBALI, SATGAS PAMTAS YONARMED 5/105 TARIK/PG GAGALKAN PENYELUDUPAN MIRAS DI PERBATASAN RI-MALAYSIA

MIRAS ILEGAL: Satgas Pamtas menggagalkan miras ilegal yang akan diselundupkan masuk Indonesia melalui perbatasan.

NEWSNUSANTARA.COM NUNUKAN- Untuk kesekian kalinya, Satgas Pamtas Yonarmed 5/105 Tarik/PG Pos Gabma Long Midang kembali berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan botol minuman keras (Miras) di Perbatasan RI-Malaysia Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Penggagalan penyelundupan Miras di jalur tikus perbatasan berlangsung pada Jum’at (11/11/2022) dini hari pukul 00.30 WITA, saat personel Pos Gabma Long Midang melaksanakan Ambush di jalan menuju Desa Pa’Rupai, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Tim Ambush yang dipimpin oleh Serda Eko mendapati 2 orang berinisial RL dan F yang melintas menggunakan kendaraan R2 jenis Yamaha Jupiter dan Yamaha Force 1 yang kemudian dihentikan oleh Tim Ambush dan didapati beberapa karung dengan tas berisikan Miras jenis LABEL 5 sebanyak 57 botol saat diperiksa di lokasi kejadian.

MIRAS ILEGAL: Satgas Pamtas menggagalkan miras ilegal yang akan diselundupkan masuk Indonesia melalui perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonarmed 5/105 Tarik/PG Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos. di Pos Kotis Malinau, Kab. Malinau, usai menerima laporan via chat WhatsApp dari Dan SSK 1 Kapten Arm Yuniyarto, S.T.Han.

“Kali ini kami (Satgas) kembali berhasil menggagalkan penyelundupan 57 botol Miras jenis LABEL 5 masuk ke Indonesia,” terangnya

Dansatgas mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama memerangi peredaran Miras ilegal di wilayah perbatasan RI-Malaysia, dengan tidak memperjualbelikan dan mengkonsumsi Miras.

“Kita akan terus gencar melaksanakan upaya-upaya untuk mencegah penyelundupan miras maupun barang ilegal lainnya dengan melakukan patroli dan pemeriksaan yang lebih intensif di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya kegiatan penyelundupan,” kata Dansatgas.

Sementara itu Dan SSK 1 Kapten Arm Yuniyarto, S.T.Han. menyampaikan bahwa pelaku penyelundupan dan BB Miras telah diserahkan oleh Danpos Gabma Long Midang Serma Januar Afandi kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Kepolisian Polsek Krayan dan diterima langsung oleh Kapolsek Krayan Ipda Hermanto serta disaksikan oleh Pakum Satgas dan Babinsa Koramil 0911-06/Krayan bertempat di Pos Gabma Long Midang Jum’at pagi. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Polsek Sikat 2 Pengguna Sabu di Sambaliung

Barang bukti tersangka diamankan Polsek sambaliung

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Polsek Sambaliung meringkus 2 pengguna narkotika jenis sabu di dua lokasi berbeda di Kecamatan Sambaliung, Rabu (19/10/2022).

Kapolsek Sambaliung AKP Iwan Purwanto menjelaskan, pelaku pertama yang diamankan berinisial HS (41). Dia diamankan di Jalan Poros Bangun, Kampung Sei Bebanir Bangun Kecamatan Sambaliung, pada Rabu (19/10/2022) sekitar pukul 20.00 WITA.

Dari tangan tersangka, diamankan satu poket kecil narkotika jenis sabu, dengan berat kotor 0,54 gram. Sabun itu dibungkus dalam plastik klip pembungkus, dan disimpan didalam potongan sedotan warna bening.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Seperti satu unit telepon seluler, dan satu unit sepeda motor.

“Saat diamankan, tersangka langsung kami bawa ke Mapolsek untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Tak puas hanya menangkap satu tersangka, beberapa saat kemudian, pihaknya kemudian meringkus pelaku kedua, berinisial FH(36). Dia diringkus di rumahnya di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, pada Rabu (19/10/2022) sekira pukul 22.00 WITA.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu poket kecil yang diduga sabu seberat 0,36 gram yang sudah dipakai dan bersisa di pipet kaca,” jelasnya.

Selain itu, petugas juga menyita satu bong, satu pipet kaca yang digunakan pelaku dan berisi sisa sabu, satu jarum suntik, satu telepon seluler, satu gunting, satu korek gas dan satu unit sepeda motor.

Saat ini para pelaku telah dibawa ke Polsek Sambaliung untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 miliar,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Duh… baru Mau Transaksi, Pemuda 21 Tahun Ditangkap Polisi Ketika hendak Jual Pil Koplo

Tersangka pengedar pilkoplo
Tersangka pilkoplo diamankan Polsek Teluk bayur

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Edarkan ratusan butir pil koplo diamankan jajaran Polsek Teluk Bayur dari tangan seorang pemuda berusia 21 tahun berinisial MA, Rabu (19/10/2022) sekira pukul 19.00 WITA.

Kapolsek Teluk Bayur Iptu Didik Sulistyo menjelaskan, pelaku diamankan bersama Satreskoba Polres Berau, ketika melakukan transaksi di Jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb, pada Rabu malam.

“Saat ini pelaku sudah diamankan beserta barang buktinya. Dan akan diproses lebih lanjut ,” jelasnya, Jumat (21/10/2022).

Saat dilakukan penangkapan, petugas juga menemukan barang bukti berupa 250 butir pil double LL atau pil koplo dibawa tersangka, ketika melakukan transaksi.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain, yakni berupa Rp 600 ribu hasil transaksi. Berikut satu unit handphone berwarna merah, yang digunakan saat melakukan transaksi.
“Untuk tersangka saat ini juga masih dalam penyelidikan, dari mana tersangka dapat barang haram itu,” ujarnya.

Ditangkapnya MA, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, terkait maraknya dugaan peredaran gelap obat-obatan terlarang di Kecamatan Teluk Bayur.
Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 197 Jo Pasal 106 Ayat (1) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
“Dengan ancaman kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” pungkasnya. (/)

Bagikan :

Tiga Tersangka Pembuat SIM Palsu Diamankan. Bikin SIM Belajar dari Youtube dan Dibeli melalui Online Shop

Tersangka Penipuan pembuatan SIM diamankan Polres Berau,di hadapan media mereka mengaku bukan hanya SIM tetapi juga pembuat ijasah palsu.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Satreskrim Polres Berau berhasil menangkap 3 tersangka penipuan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) serta surat palsu, Senin (10/10).

Kapolres Berau AKBP Shindu Brahmarya melalui Kasat Reskrim Polres Berau, Iptu Ardian Rahayu Priatna menjelaskan, tiga tersangka tersebut masing-masing berinisial SF (38) perempuan, dan 2 tersangka lainnya berjenis laki-laki dengan inisial I (29) serta YM (34).

Saat ini, ketiganya berada di Mapolres Berau, untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Ketiganya kami amankan di wilayah Sambaliung, Senin kemarin (10/10),” ujarnya.

Ketiga pelaku itu kata Ardian, memiliki peran masing-masing. Misalnya, I dan YM bertugas mencari warga yang ingin membuat SIM atau surat dokumen. Kemudian, untuk SF kebagian peran membuat SIM dan sejumlah surat keterangan lain, termasuk ijazah palsu.

Pekerjaan itu dilakukan ketiga tersangka sudah 4 bulan lamanya. Dari pengakuan para tersangka, membuat SIM serta surat palsu terinspirasi dari menonton youtube. Adapun, bahan-bahannya termasuk kertas khusus untuk pembuatan SIM dibeli melalui toko online (Online shop).

“SIM itu hanya dilaminating, di print di kertas khusus. Setelah jadi, kemudian diberikan kepada korban yang memesan,” katanya.

Terungkapnya kasus tersebut, setelah salah seorang korbannya mengadu ke Mapolres Berau, karena sudah membeli SIM palsu. Dari kronologis yang disampaikan korban, usai membeli SIM B2 kepada salah satu tersangka seharga Rp 1,8 juta. Dua hari kemudian, SIM itu disandingkan dengan yang asli.

Saat itu, korban membeli SIM untuk keperluan melamar pekerjaan di salah satu perusahaan tambah yang beroperasi di Kabupaten Berau. Namun, ketika dicocokkan dengan SIM asli, banyak terlihat perbedaan, dan cetakannya pun kurang rapi.

“Saat itu juga, petugas kami langsung menindaklanjuti laporan korban. Dan langsung mengamankan ketiga tersangka di Sambaliung,” katanya.

 

Berdasarkan keterangan tersangka, selama menjalankan aktivitas penipuannya itu, sudah memakan 6 korban. Hanya saat ini, baru 1 korban yang melaporkan.

“Dari keterangan tersangka, korbannya hanya 6. Tapi ini masi terus didalami,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dikenakan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

“Ancaman hukumannya pidana diatas 5 tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Berau, AKP Edo Damara Yuda mengingatkan kepada masyarakat, dalam setiap membuat SIM jenis apapun, untuk datang langsung ke Mapolres Berau, dan jangan sekali-kali menggunakan calo.

Diterangkannya, pembuatan SIM menggunakan calo sarat akan terjadi penipuan, salah satu contohnya 3 orang tersangka yang sudah diamankan Satreskrim Polres Berau.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat silakan datang langsung ke Mapolres Berau untuk. Jangan adalagi yang membuat melalui calo. Itu sama sekali tidak dibenarkan,” katanya.

Di sisi lain, dirinya mengimbau kepada perusahaan yang ada di Berau, untuk benar-benar memperhatikan SIM yang dilampirkan pemohon kerja. Jangan sampai, ada pelamar pekerjaan yang diterima menggunakan SIM palsu. Yang pada akhirnya merugikan perusahaan itu sendiri.

“Yang dikhawatirkan, ketika diterima kerja dan membawa kendaraan besar, terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena menggunakan SIM palsu. Tapi mereka yang mendapatkan SIM B2 resmi itu pasti sudah teruji dan memiliki komptensi,” pungkasnya. (/)

Tersangka Penipuan pembuatan SIM diamankan Polres Berau,di hadapan media mereka mengaku bukan hanya SIM tetapi juga pembuat ijasah palsu.
Bagikan :