NEWSNUSANTARA,BERAU-DPRD Berau menilai pengembangan ekonomi daerah perlu diarahkan dari tingkat kampung dengan mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengatakan sektor ekonomi berbasis masyarakat tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan, asalkan mendapat dukungan sarana dan kelembagaan yang memadai.
“Ini harus benar-benar diperkuat dan didukung,” ujarnya.
Ia menyoroti masih terbatasnya infrastruktur jalan usaha tani yang hingga kini menjadi keluhan utama para petani di sejumlah wilayah.

“Banyak petani masih terkendala akses jalan usaha tani,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kesulitan distribusi hasil pertanian ke pasar, yang pada akhirnya meningkatkan biaya angkut dan menurunkan efisiensi pemasaran.
“Distribusi jadi tidak lancar dan biaya jadi lebih tinggi,” jelasnya.
Thamrin menegaskan bahwa peningkatan akses jalan tidak hanya bermanfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara lebih luas.
“Kalau akses bagus, pergerakan ekonomi juga ikut tumbuh,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti sektor perikanan yang dinilai masih membutuhkan penguatan kelembagaan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembentukan koperasi nelayan di wilayah pesisir.
“Koperasi nelayan perlu segera dibentuk,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan koperasi dapat membantu nelayan dalam hal penampungan hasil tangkapan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
“Supaya hasil laut lebih mudah dipasarkan,” sebutnya.
Ia menambahkan, tanpa sistem kelembagaan yang kuat, nelayan akan terus berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam rantai distribusi.
“Kalau tidak ada wadah, nelayan sulit berkembang,” pungkasnya.
Reporter: Akmal | Editor: Hendra





