DPRD Berau Minta Antisipasi Dampak El Nino Diperkuat Sejak Dini

Rabu, 6 Mei 2026 09:24 WITA
Ilustrasi: Dampak fenomena El Nino 2026

NEWSNUSANTARA,BERAU – Potensi terjadinya fenomena El Nino pada 2026 mulai menjadi perhatian DPRD Berau. Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dikhawatirkan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga terganggunya aktivitas pertanian dan perikanan masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, meminta pemerintah daerah mempercepat langkah mitigasi agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin besar saat musim kering mulai terjadi.

Menurutnya, kesiapan menghadapi El Nino tidak bisa dilakukan secara mendadak. Pemerintah diminta bergerak lebih awal sebelum kondisi di lapangan memburuk.

Baca Juga  Listrik Byarpet di Pustu Suaran Lumpuhkan Alat Medis
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi.

“Langkah antisipasi harus disiapkan dari sekarang, jangan menunggu situasi semakin parah,” ujarnya.

Frans menilai fenomena El Nino dapat memengaruhi banyak sektor, mulai dari meningkatnya risiko karhutla hingga menurunnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Karena itu, ia meminta daerah-daerah yang rawan kebakaran mendapat perhatian khusus melalui pemetaan wilayah, patroli rutin serta kesiapan peralatan penanganan bencana.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan setelah kebakaran meluas.

“Wilayah rawan harus dipantau sejak awal supaya potensi kebakaran bisa dicegah,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena aktivitas tersebut kerap menjadi pemicu utama kebakaran besar saat musim kemarau.

Baca Juga  Perbaikan Jembatan Diundur, DPUPR Ogah Disalahkan

Selain ancaman karhutla, DPRD Berau turut menyoroti potensi kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pasokan air bersih.

Frans meminta pemerintah mulai memastikan ketersediaan cadangan air serta menyiapkan distribusi bagi wilayah yang berpotensi mengalami krisis air selama musim kemarau.

“Jangan sampai masyarakat kesulitan air bersih ketika musim kering berlangsung,” tegasnya.

Tak hanya itu, sektor pertanian dan perikanan juga dinilai rentan terdampak apabila curah hujan menurun dalam waktu lama. Menurut Frans, pemerintah perlu menyiapkan langkah perlindungan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal.

Baca Juga  Berau kembali membangun sebanyak 1073 titik PJU solar cell

Ia mengapresiasi kesiapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau yang mulai melakukan pemetaan daerah rawan karhutla serta menyiapkan personel dan armada penanganan.

Namun demikian, menurutnya koordinasi lintas sektor tetap perlu diperkuat agar penanganan di lapangan bisa berjalan cepat dan efektif.

“Semua pihak harus terlibat supaya dampak El Nino dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I
Editor: Sarno

Bagikan:
Berita Terkait