NEWSNUSANTARA, BERAU – Pemangkasan anggaran daerah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kabupaten Berau. DPRD Berau menilai berkurangnya belanja pemerintah ikut memengaruhi perputaran uang di daerah dan berdampak terhadap melemahnya daya beli masyarakat.Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mengatakan kondisi ekonomi masyarakat saat ini berbeda dibanding ketika kemampuan anggaran daerah masih berada di kisaran Rp6 triliun.Menurutnya, saat anggaran daerah masih besar, distribusi dana melalui pembangunan, bantuan sosial, hingga berbagai program pemerintah mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.Namun setelah terjadi penyesuaian dan pemangkasan anggaran, aliran uang yang beredar di tengah masyarakat ikut menurun.“Ketika anggaran pemerintah berkurang, otomatis dampaknya terasa pada perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.Rudi menjelaskan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah apabila tidak segera diantisipasi.

Ia mengaku menerima banyak laporan terkait menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, situasi itu dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.“Sekarang hampir semua sektor ikut terdampak. Kondisi ekonomi memang sedang tidak mudah,” katanya.Ia juga menilai Kabupaten Berau tidak bisa terus bergantung pada satu sektor ekonomi saja, terutama sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan daerah.Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Rudi menegaskan program pemerintah harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat agar dampak perlambatan ekonomi tidak semakin membebani warga.“Program yang dijalankan harus tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat,” tegasnya.Selain itu, ia mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.“Semua kebijakan harus dihitung matang supaya masyarakat tidak semakin terbebani,” pungkasnya.Reporter: Akmal
Editor: Hendra





