NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Festival Perahu Naga dalam rangka peringatan HUT ke-65 Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung sukses digelar.
Kegiatan ditutup oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, pada, Selasa (8/7/2025). Menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan yang mendapat sambutan antusias masyarakat di Berau.
Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival yang dinilainya bukan sekadar ajang perlombaan, namun sarana mempererat kebersamaan dan menjaga budaya lokal.
“Menurut pandangan kami ini bukan hanya soal siapa juara. Tapi menurut kami pada terjalinnya silaturahmi, tentang bagaimana kita hidup rukun dan kompak di Kabupaten Berau yang kaya akan budaya,” ujar Gamalis.
Dalam kesempatan itu Wabup Gamalis, juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan masyarakat. Menurutnya, lomba perahu naga telah menjadi bagian dari identitas budaya Berau yang perlu terus dilestarikan.
”Ke depan kami berharap momen semangat menggelar kegiatan ini terus dijaga. Tahun ini kita rayakan ulang tahun kampung, tahun depan ada Natal, Idulfitri dan 17 Agustus. Masih banyak Event, masih banyak kesempatan untuk menang, untuk berpartisipasi. Pemenang jangan terlalu euforia dan belum menang jangan berkecil hati,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma, mengungkapkan, rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung hingga babak final. Ia menyebut festival ini sebagai bagian dari strategi memperkenalkan potensi kampung dalam bidang wisata budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, acara ini selesai dengan lancar. Kami ingin mengangkat budaya orang Banua, budaya mendayung, sebagai bagian dari potensi wisata Kampung Pegat Bukur,” ucap Suharyadi.
Ia menambahkan, letak kampung yang berada di tepi sungai merupakan keunggulan yang harus terus dimanfaatkan, salah satunya dengan kegiatan seperti festival perahu naga.
Suharyadi juga memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam acara tersebut. Kehadiran mereka turut menyemarakkan festival sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.
“Kami sangat mendukung pelaku UMKM. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk berkembang. Tahun depan kita gelar lagi, karena ini piala bergilir, artinya harus terus dilanjutkan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Suharyadi mengajak generasi muda untuk terus melestarikan budaya warisan leluhur, khususnya tradisi mendayung. “Siapa lagi kalau bukan kita? Budaya mendayung ini jangan sampai hilang. Mari kita jaga dan terus hidupkan bersama,” pesannya.
Festival Perahu Naga kali ini diikuti oleh 15 tim dari berbagai RT di Kampung Pegat Bukur dan sekitarnya. Meskipun hanya mempertandingkan 30 kelas, acara tetap berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas dari awal hingga akhir.
(MRK/ADV)





