Jembatan Baru Pulau Balang Baru Bisa Dilewati 2022

Jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan ini sudah hampir rampung. Tapi baru bisa dilewati pengguna jalan paling cepat Tahun 2022. Foto istimewa

Newsnusantara,Balikpapan- Warga yang ingin bepergian dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara (PPU) atau arah sebaliknya, lewat Jembatan Pulau Balang harap bersabar. Pasalnya, jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan itu baru bisa dilewati pengguna jalan paling cepat Tahun 2022.

Permasalahan utamanya, hingga kini belum jelas kapan jalan pendekat sisi Balikpapan dibangun. Pemprov Kaltim yang sempat disebut akan mengucurkan dana pembangunan lewat APBD, akhirnya angkat tangan kemudian menyerahkan kepada pemerintah pusat.

Menurut Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, anggaran pembangunan jalan pendekat dari sisi Balikpapan lebih mahal dibanding biaya pembangunan jembatannya. “Biaya pembangunan jembatan Rp 1,3 triliun, sedangkan jalan pendekat jauh lebih mahal,” sebut Rizal dikutip mediakaltim.com, grup siberindo.co.

 

Jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan ini sudah hampir rampung. Tapi baru bisa dilewati pengguna jalan paling cepat Tahun 2022. Foto istimewa

Dari hasil penyusunan detail engineering design (DED) pada tahun 2017, biaya pembangunan jalan pendekat dari sisi Balikpapan mencapai Rp 3,63 triliun. Biaya tersebut untuk pembangunan jalan akses sepanjang 14,38 kilometer, ditambah 3 jembatan sepanjang 1,7 kilometer.Dari sisi PPU, tambah Rizal, anggaran digunakan untuk membangun jalan akses sepanjang 17,78 kilometer dan 2 jembatan sepanjang 1,85 kilometer. Karena keterbatasan anggaran, di tahun 2018, Pemprov Kaltim mengajukan agar pembangunan Jembatan Pulau Balang dibiayai APBN melalui Kementerian PUPR. Akhirnya diputuskan, PPU dan Balikpapan hanya berkewajiban untuk memfasilitasi koordinasi pengadaan tanah pada jalan akses dan jalan di Pulau Balang. (rif/red2)