Jembatan Kelay III Diperjuangkan

Taupan Madjid
Taupan Madjid

Taupan

 

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Rencana pembangunan jembatan Kelay III akan kembali dilakukan. Apalagi, jembatan Sambaliung yang menjadi satu-satunya fasilitas penyeberangan, semakin ramai dan padat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Taupan Madjid menjelaskan, memang perencanaan jembatan sendiri sudah lebih dari 5 tahun, dan data yang ada sudah tidak valid lagi apabila mengacu pada kondisi dan situasi saat ini.

Oleh karenanya, perlu dilakukan review kembali desain perencanaannya dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Adapun rencana review desain, bisa saja dilakukan tahun depan. Pasalnya, tahun ini masih banyak hal yang harus dikerjakan, apalagi ini sudah menjelang akhir tahun 2022.

“Saat ini kita masih rehabilitasi jembatan Sambaliung yang saat ini sedang dikerjakan. Belum lagi segmen-segmen sampai Mantaritib masih perlu diurus pinjam pakainya.

“Kemudian lahan. Di sana itu perlu diselesaikan, karena masih ada beberapa masalah, seperti hak pengelolaan lahan (HPL)-nya. Jadi, semuanta kita urus dulu sampai selesai,” tuturnya.

Dijelaskannya, selain review desain jembatan, juga ada review jalan, serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan beberapa tahapan lainnya. Tahun berikutnya, kata Dia, jika sudah ada desainnya bisa dimulai pembangunan jembatan Kelay III.

“Nanti skemanya multy years langsung. Tapi, persoalannya, kalau multy years nanti, setelah ganti jabatan bisa jadi tidak bisa dilanjutkan lagi, karena masa jabatannya pemimpin sebelumnya telah berakhir,” jelasnya.

Terkait model jembatan yang akan dibangun, menurutnya tergantung usulan yang masuk dan kesanggupan anggaran. Taupan menilai, untuk jembatan Kelay III, lebih baik dibangun jembatan kelas satu atau dua saja.

Bisa juga dibangun jembatan sekaligus tempat rekreasi, yang bisa bernilai wisata.

“Kalau saya lebih praktis itu yang seperti jembatan di Tenggarong itu. Itu bisa juga dibuat estetik. Jadi ada fungsi lain selain jembatan sebagai penyeberangan,” ucapnya.

Dikatakannya, anggaran pada perencaanan jembatan sebelumnya membutuhkan, sebanyak Rp 250 miliar. Namun jika dibandingkan kondisi sekarang, tentu akan lebih mahal lagi pengadaannya.

Ditegaskannya, yang perlu diperhatikan yakni jembatan harus mampu menahan beban di atas 20 ton. Mempertimbangkan sektor industri dan kendaraan besar yang mungkin akan lewat.

“Karena ada jalur dari segmen satu sampai segmen ke Mantaritib itu daerah industri,” tutupnya. (/ADV)