Keterbatasan Data BMKG, DPRD Berau Minta Fasilitas Observasi Laut Ditambah

Jumat, 27 Maret 2026 11:01 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU- Keselamatan nelayan di perairan Berau kembali menjadi perhatian DPRD setempat. Komisi II menilai, keterbatasan fasilitas pemantauan laut di wilayah pesisir perlu segera diatasi melalui penambahan alat observasi yang lebih memadai.

Sorotan ini muncul setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengungkap bahwa kemampuan pemantauan yang ada saat ini masih terbatas. Prakiraan tinggi gelombang umumnya hanya bisa disajikan hingga tujuh hari ke depan, sementara untuk jangka panjang masih berupa gambaran umum berbasis kondisi klimatologi.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menyebut kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap keselamatan nelayan, terutama yang masih mengandalkan cara-cara tradisional saat melaut.

Baca Juga  Bupati Asahan Ikuti Tasyakuran Bersama Hari Amal Bakti ke-79 Kemenag RI Kabupaten Asahan

“Situasi ini tidak bisa dianggap sepele. Nelayan kita menghadapi risiko setiap hari, sementara informasi yang mereka terima masih terbatas,” katanya.

Ia menegaskan, penambahan alat observasi laut menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

“Kalau kita ingin keselamatan nelayan lebih terjamin, maka dukungan teknologi harus diperkuat. Ini investasi penting, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.

Menurutnya, keakuratan informasi cuaca sangat menentukan langkah yang diambil nelayan sebelum melaut.

“Dengan informasi yang lebih presisi, mereka bisa mempertimbangkan kondisi laut lebih matang. Jadi bukan hanya mengandalkan pengalaman, tapi juga data,” jelasnya.

Baca Juga  DPUPR Berau Komitmen Tingkatkan Jalan di Pulau Maratua

Perangkat observasi laut mampu mengumpulkan berbagai indikator penting seperti arus laut, suhu permukaan, tekanan udara, hingga kecepatan angin secara real time.

Data tersebut berfungsi meningkatkan ketepatan prakiraan cuaca maritim sekaligus mempercepat penyampaian peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi maupun cuaca ekstrem.

Komisi II DPRD Berau pun mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan BMKG serta pemerintah pusat agar penambahan fasilitas pemantauan laut dapat segera direalisasikan. Aktivitas perikanan dan transportasi laut yang tinggi di wilayah Berau dinilai membutuhkan dukungan sistem peringatan dini yang lebih optimal.

Baca Juga  Truk Bermuatan Crane Amblas di Jl. Poros Berau-Tanjung Selor Km 30

“Perlu ada langkah konkret dan koordinasi yang kuat dengan pusat, karena kebutuhan ini menyangkut banyak pihak,” tegas Suriansyah.

Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan informasi cuaca yang cepat dan akurat akan membantu nelayan dalam menentukan waktu melaut secara lebih aman.

“Pada akhirnya, ini bukan hanya soal keselamatan, tapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir,” pungkasnya.

DPRD Berau berharap penguatan sistem pemantauan laut dapat menjadi langkah awal untuk meminimalkan risiko akibat perubahan cuaca yang cepat, sehingga nelayan dapat bekerja dengan rasa lebih aman dan terlindungi.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait