Libur Natal, Wisata Rumah Adat Tidung Baloy Mayo Ramai Pengunjung 


NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Wisata Rumah Adat Tidung Baloy Mayo menjadi salah satu destinasi wisata adat favorite pengunjung diberbagai kalangan sekedar berekreasi ditengah suasana natal 2021. (26/12/2021).
Lokasinya yang dianggap cukup terjangkau yaitu Jl Aki Babu, serta panorama yang khas serta suguhan fasilitas penunjang aktifitas pengunjung seperti pemberian pakan untuk berbagai jenis ikan, menikmati perahu bebek, tempat bermain anak-anak serta fasilitas lainnya, menjadikan wisata ini selalu dilirik masyarakat didalam maupun luar Kota Tarakan.
Menurut ade petugas balai adat menjelaskan perbedaan jumlah pengunjung selama pandemi dengan saat ini dapat mencapai 200 orang, bahkan memungkinkan akan bertambah disore hari dan Jumlah pengunjung tersebut dapat lebih bertambah banyak apabila terdapat event-event di baloy tersebut.
“Selama covid pengunjung sepi, sudah selepas covid lumayan rame, jumlah pengunjung saat ini sekitar 200-an dan kemungkinan bakal lebih ramai lagi kalau sore. Biasa kalo ada acara tarian dan acara lainnya bisa jadi sampai 300 pengunjung yang ada” ungkap Ade.
Ade juga menuturkan selama pandemi covid-19 berlangsung terdapat beberapa perubahan ketentuan terkait kunjungan ke wisata Rumah Adat Baloy Mayo mulai dari pengaturan jadwal kunjungan pengunjung, sampai dengan pengaturan persiapan pakan ikan yang nantinya dapat memicu kerumunan bagi pengunjung.
“Selama pandemi bukanya hanya sabtu minggu, ngak seperti biasa lagi. Selain itu biasanya pakan ikan kan ada tersedia atau di jual didalam, nah karna covid, sekarang sistemnya digabung waktu bayar karcis masuk, nanti sekalian dikasih pakan ikan, biar ada jarak antar pengunjung gitu”, ungkap Ade lagi.

Untuk tarif pengunjung yang dikenakan sebesar 10.000 per orang terkecuali anak-anak yang ingin berkunjung ke wisata baloy adat tersebut, serta pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan dari luar dari lokasi wisata dan selalu menjaga jarak antar tiap pengunjung.
Endang pengunjung berpendapat bahwa lokasi wisata tersebut sangat cocok berkumpul bersama keluarga dan harapan kedepannya bahwa wisata tersebut dapat lebih berkembang tiap tahunnya.
“Tempatnya lebih familiky kali yah, suasana lebih natural, lebih dikembangkan yah, adapun perkembangannya tidak terlalu signifikan. Mungkin ditambah lagi lah adatnya”, jelas Endang. (Putri)