Pekerja TBPP Hilang Terbawa Arus, Ditemukan Meninggal

Senin, 27 Februari 2023 03:32 WITA

 

Korban ditemukan:Suasana evakuasi WW saat ditemukan di sekitar lokasi tempatnya menghilang, Senin (27/2).

NEWSNUSANTARA.COM TANJUNG REDEB– Pekerja PT TBPP yang dikabarkan hilang pada Minggu (26/2), sekira Pukul 16.00 Wita di laut belakang kebun sawit tempatnya bekerja, Kampung Cepuak, Kecamatan Talisayan, ditemukan meninggal dunia pada Senin (27/2), sekira pukul 08.00 Wita.

Korban ditemukan:Suasana evakuasi WW saat ditemukan di sekitar lokasi tempatnya menghilang, Senin (27/2).

Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi mengatakan, pekerja PT TBPP tersebut bernama Wilhelmus Wago (WW) berusia 40 tahun.

Baca Juga  32 Kegiatan Telah Selesai Dilelang di LPSE

“Sudah ditemukan tim gabungan tadi pagi (kemarin),” katanya.

Saat ditemukan, jenazah WW langsung dievakuasi dan dibawag ke kediamannya di Afdeling 5 RT 10 Kampung Cepuak yang berada di areal perusahaan.

“Korban kemudian disemayamkan di rumah duka untuk dikebumikan,” ujarnya.

Adapun kronologis penyebab WW ditemukan meninggal dunia, kata Suradi, WW tenggelam setelah pergi ke laut belakang kolam di blok G4243 kebun PT TBPP, bersama 2 rekannya memancing, pada Minggu sekira pukul 15.00 Wita

Baca Juga  PKK Asahan Gelar Pelatihan Administrasi dan Kelembagaan 2025

Saat itu, kondisi air tengah surut, WW dan rekannya berjalan kaki ketengah. Kemudian, sekitar pukul 16.00 Wita, WW bersama 2 rekannya tidak menyadari bahwa, posisi mereka sudah dikelilingi air pasang.

Nahas, WW yang tidak bisa berenang, mulai terseret arus. sementara dua rekannya yang bisa berenang berusah menolong. Namun, WW tidak terselamatkan.

Baca Juga  Wabup Gamalis Dorong Perusahaan Berau Aktif Bina SDM Lokal

“Korban kemudian terbawa arus dan hilang. Kemudian rekan korban berlari ke mes afdeling 5 untuk meminta bantuan,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan masyarakat ataupun siapa saja, apabila pergi memancing menuju ke tengah laut dengan berjalan kaki untuk lebih berhati-hati. Jangan sampai, peristiwa serupa kembali terjadi.

“Apalagi yang kalau tidak bisa berenang jangan sesekali memancing tanpa menggunakan alat penyelemat. Ini sudah sekian kalinya terjadi, jangan sampai peristiwa ini kembali terjadi,” pungkasnya. (/).

Bagikan:
Berita Terkait