Bus Kontingen PPU Masuk Jurang

Bus pengakut atlet dari Penajam Paser Utara kecelakaan di Kampung Long Beliau ,Kecamatan Kelay,kabupaten Berau, Kalimantan timur.(ist)

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Bus yang mengangkut kontingen Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Berau-Samarinda, Kampung Long Beliu Kecamatan Kelay, pada Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 13.10 WITA.

Kapolres Berau AKBP Sindhu Brahmarya melalui Kasat Lantas AKP Edo Damara Yudha menjelaskan, bus mengalami out of control masuk ke dalam jurang.

“Saat melalui jalan dengan kondisi tanjakan, sudah dekat puncak kendaraannya tidak mampu lagi dan termundur hingga masuk jurang di pinggir jalan sebelah kiri arah jalan dari Samarinda. Dengan kedalaman sekitar 10 meter,” bebernya.

Korban ditangani di puskesmas terdekat bersama warga TNI dan polisi

“Kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dan ada beberapa penumpangnya yang mengalami luka berat,” tambahnya.

Adapun yang berada di dalam bus tersebut berjumlah 20 orang yang terdiri dari 16 atlet dan 4 official dari cabang olahraga (cabor) taekwondo dan Bridge.

“Kondisi saat ini ada 4 orang mengalami luka berat dan 7 orang mengalami luka ringan. Sisanya dalam kondisi baik,” ucapnya.

Untuk korban yang mengalami luka berat segera dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb. Dan korban yang mengalami luka ringan saat ini dirawat di Puskesmas Kelay.

“Korban yang dirujuk saat ini masih dalam perjalanan,” ucapnya.

Berikut daftar korban Kontingen PPU :
1. Dilla Lestar ( Luka berat bagian leher ) ( Atlet )
2. Valentino ( Luka Berat Dalam bagian dada ) ( Atlet )
3. Serti Buntasik ( Luka Berat patah kaki kanan ) ( Pelatih )
4. Hasmir Rahayu ( Luka Ringan ) ( Atlet )
5. Afit ( Luka Ringan ) ( Atlet )
6. Hardiansyah ( Luka Ringan ) ( Atlet )
7. Dini ( Lukan Ringan ) ( Atlet )
8. Salsabilah ( Luka Ringan ) ( Atlet )
9 Inggriedv Saputri ( Luka Ringan ) ( Official )
10. Odi Sanjaya Putra ( Luka Berat bagian Leher ) ( Official )
11. Tommi ( Luka Ringan ) ( Atlet )

Sumber:Humas Polres Berau

Bagikan :

Diduga Tak Bisa Berenang Ditemukan Jadi Mayat di Sungai Birang

EVAKUASI: Petugas Sat Polairud Polres Berau mengevakuasi mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Birang.

NEWS NUSANTARA.COM BERAU– Ditemukan mayat tenggelam Sungai Birang Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau, Sabtu (5/11/22), pukul 17.15 Wita.

Menurut pengakuan saksi bersama rekannya saat hendak pulang dari kebun di seputaran perairan Sungai Birang melihat adanya mayat yang mengapung di Sungai Birang.

“ Diduga korban terjatuh ke sungai dan korban tidak bisa berenang yang menyebabkan korban tenggelam, “ kata Kasatpolaires Berau.

Setelah melihat kejadian tersebut, saksi bersama dengan rekannya melaporkan ke Polsek Gunung Tabur dan Sat Polairud Polres Berau, pukul 18.20 Wita. Anggota Polsek Gunung Tabur dan smSat Polairud Polres Berau melakukan evakuasi pengangkatan jenazah dari sungai menuju darat.

Selanjutnya korban dievakuasi munuju RSUD. Abdul Riavai Tanjung Redeb pukul 20.00 wita. Untuk sementara identitas korban masih belum diketahui dan masih ditindak lanjuti oleh Sat Polairud Polres Berau.

Polres Berau mengimbau kepada masyarakat tentang keselamatan dalam beraktifitas di sekitar perairan sungai / laut. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Hujan Deras dan Angin Kencang di Samarinda, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

KORBAN MENINGGAL: Pekerja bangunan tewas tertimpa pohon saat bekerja menggali tanah. Ketika bekerja, hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang.

NEWS NUSANTARA,SAMARINDA- Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di Jalan Tirta Kencana Kelurahan Bugis Kecamatan Samarinda Kota, Kamis (13/10/2022).Saat kejadian, Kota Tepian dilanda hujan deras dan angin kencang.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo saat dikonfirmasi mengatakan hujan deras disertai angin kencang di wilayah tersebut menyebabkan adanya pohon tumbang dan menimpa satu orang korban.

Kombes Yusuf menjelaskan, korban meninggal dunia tersebut bernama IS berusia 45 tahun warga Kel. Sempaja Kota Samarinda. Korban merupakan pekerja penggalian bak peresapan klinik di area tersebut.

Menurutnya, korban sedang melakukan pekerjaan penggalian, namun karena hujan deras dan angin kencang, korban berteduh di mess atau bedeng. Namun saat keluar dari bedeng, sebuah pohon tumbang sehingga mengenai kepala korban.

“Masyarakat dan para pekerja sekitar langsung mengevakuasi korban, dan dipastikan korban sudah meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Awahab Syaranie Samarinda menggunakan ambulance milik Klinik Korem guna dilakukan visum, ” ucap Kabid Humas.

Dengan adanya kejadian tersebut, Kabid Humas mengatakan Polresta Samarinda akan berkordinasi kepada pihak terkait dalam perawatan serta pemeliharaan pohon, sehingga kedepan tidak ada korban jiwa lagi, karena saat ini hampir memasuki musim penghujan.(nyo/sar)

Masyarakat dan para pekerja sekitar langsung mengevakuasi korban
Bagikan :

Bocah Kelas 3 SD Ditemukan Meninggal Mengapung di kolam yang diduga Eks Tambang Batu Bara

Ft ist:Bocah kelas 3 SD berusia 11 tahun, ditemukan mengambang di kolam yang diduga eks tambang ilegal, di Kelurahan Rinding, Minggu (9/10/2022).

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Seorang bocah kelas 3 SD di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur ditemukan meninggal di kolam yang diduga eks tambang Batu Bara, yang berlokasi di Jalan Mulia, Kelurahan Rinding, Minggu (9/10/2022). Untuk diketahui, bocah tersebut juga sempat dikabarkan hilang pada Sabtu (8/10/2022) sore, usai mandi di kolam tersebut.

Salah seorang warga sekitar Adji membenarkan adanya peristiwa itu. Dia mengatakan, informasi penemuan jenazah bocah tersebut diketahuinya pada pukul 11.00 Wita.

“Iya benar. Ada anak ditemukan meninggal di bekas lubang tambang itu. Saya tahunya tadi pagi antara jam 10 atau jam 11 pagi tadi,” jelasnya.

Menurutnya, selama dirinya melewati lokasi bekas galian baru bara tersebut, memang sering terlihat banyak anak-anak mandi. Bahkan, sebelum kejadian, dirinya sempat melarang anak-anak tersebut untuk berenang dan bermain di sekitar lokasi itu. Pasalnya, kolam tersebut cukup dalam dan berbahaya bagi anak-anak.

“Saya dapati sore, sempat saya larang. Karena mereka berenang sambil bercanda di tengah kolam. Itu saya larang, sebelum kejadian. Setelah melarang anak-anak, saya langsung pergi, tidak tahu juga kalau sore itu ada kejadian anak tenggelam,” terangnya.

Dirinya mengatakan, seharusnya bekas galian itu ditutup dengan tanah, tidak cukup hanya dengan memagar dengan seng. Apalagi pagar sengnya juga sudah rusak.

“Sepertinya yang merusak juga anak-anak yang sering mandi di sana. Sangat rawan, apalagi posisi kolamnya di sekitar kota,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Rinding Kecamatan Teluk Bayur, Misrin mengaku, turut prihatin dengan adanya peristiwa itu. Dirinya berharap kolam bekas galian tersebut dapat kembali ditutup, agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi. Apalagi, lokasinya yang berada di sekitar kota dan mudah dijangkau bagi anak-anak.

“Kami turut berdukacita atas kejadian ini. Dan kami dari pemerintah, memang ingin setiap aktivitas yang menimbulkan lubang dalam, dan membahayakan bagi warga itu ditutup kembali. Apapun kegiatannya,” jelasnya.

Namun, terkait apakah kolam tersebut merupakan lokasi yang diduga bekas galian batu bara yang banyak disebutkan masyarakat, Misrin belum bisa memastikannya. Pasalnya, dirinya belum melihat secara langsung. Apalagi, lokasinya juga dipagari dengan seng.

Namun ditegaskannya, apapun kegiatannya, pengelolanya harus bertanggungjawab. Jangan sampai kata dia, setelah digali dan diambil isinya, kemudian ditinggalkan begitu saja.

“Kalau informasi dari masyarakat seperti itu. Tapi itu perlu dipastikan apakah benar, atau hanya dugaan saja. Kalau sudah memakan korban, siapa yang akan bertanggungjawab. Jika memang belas galian tambang, pemilik lahan atau kontraktornya harus bertanggungjawab,” tandanya. (/).

Bagikan :

Polisi Dicegat Tersangka yang Hendak Ngatar Sabu Sabu

Pelaku yang berinisial MD (45) jadi tersangka,karena jadi kurir mengantar sabu sabu .tersangka diamankan di Polsek sambaliung 

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Seorang pria diringkus Polsek Sambaliung lantaran diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, di Jalan Tanjung Baru I Kelurahan Sambaliung Kecamatan Sambaliung, pada Senin (26/9/2022).

Kapolsek Sambaliung AKP Iwan Purwanto menuturkan, awalnya, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Sambaliung. Pihaknya pun segera melakukan penyelidikan.

“Didapat satu orang yang diduga pengedar narkoba. Petugas pun membuntuti pelaku yang berkendara menuju Jalan Tanjung Baru I, Kelurahan Sambaliung,” jelasnya, Selasa (27/9/2022).

Pelaku yang berinisial MD (45) itu pun segera diringkus polisi. Dari hasil penggeledahan terhadap pelaku, didapat satu poket kecil yang diduga narkotika jenis sabu yang disimpan didalam plastik klip kecil dan dibungkus selembar tisu.

“Sabu itu didapat di dalam saku celana pelaku,” bebernya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu poket kecil diduga narkotika jenis sabu, satu telepon seluler warna biru, satu lembar tisu yang digunakan sebagai tempat menyimpan tisu dan satu unit sepeda motor warna biru muda.

“Berat kotor satu poket kecil sabu tersebut adalah 0,65 gram,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Karena ternyata dari hasil pemeriksaan tes urine, pelaku juga merupakan pengguna,” bebernya.

Saat ini pelaku telah dibawa ke Mapolres Berau untuk diproses lanjut. Pihaknya pun saat ini masih melakukan penyelidikan terkait asal dari barang tersebut.

“Masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Bagikan :

Personel Polsek Waru Evakuasi Dua Korban Meninggal Tenggelam di Waduk

TRAGIS: Dua warga Waru ditemukan meninggal setelah tenggelam di waduk. (Foto:humas polda kaltim)

NEWSNUSANTARA.COM PENAJAM- Personel Polsek Waru Polres Penajam Paser Utara (PPU), bersama masyarakat evakuasi Tiga pelajar SMK Negeri 4 Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU tenggelam di Waduk Waru, Gunung Batu, Desa Sesulu pada Minggu (25/9/2022). Akibatnya, dua pelajar berinisial HI (18) dan FF (16) meninggal dunia. Sementara MU (17) berhasil menyelamatkan diri.

Kapolsek Waru, AKP Muklas Hariyanto menjelaskan, para siswa SMK 4 Waru jurusan multimedia ini tengah melaksanakan proyek film tugas sekolah dengan tema pendidikan.

Untuk mengerjakan tugas tersebut, mereka datang ke Waduk Waru dan meminjam perahu warga untuk membuat rangkaian dalam film tugas sekolah.

“Setiba di waduk mereka pinjam perahu milik warga. Kemudian ke tengah dan perahu tidak seimbang lalu terbaik jadi ketiganya nyemplung,” ungkapnya.

Setelah perahu yang ditumpangi terbalik dan membuat mereka tenggelam. Namun dua diantaranya tidak bisa menyelamatkan diri. “Yang dua meninggal dunia dan satu berhasil selamat. Dua (siswa) ini informasinya tidak bisa berenang,” akunya.

Korban yang selamat pun langsung mencoba mencari pertolongan. Alhasil, pasca kejadian yang diperkirakan berlangsung pada 12:30 WITA itu membuat warga hingga petugas langsung mencoba mengevaluasi kedua korbaan tenggelam.

“Sudah dievakuasi dan langsung di bawah ke Puskesmas Waru. Untuk prosesi pemakaman tinggal menunggu informasi lebih lanjut dari pihak keluarga,” tutupnya. (*/nyo/sar)

Bagikan :

Jaga dan Lestarikan Tradisi Turun Temurun

Gamalis saat memandikan anak dalam tradisi tulak bala di Kampung Talisayan
NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Wakil Bupati Berau, Gamalis menghadiri tradisi bahari tulak bala di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, Rabu (21/9/2022).
Kehadirannya, tentu saja menambah kemeriahan gelaran tulak bala, atau buang nahas di pesisir selatan Berau itu.
Dalam kesempatan itu, Gamalis beserta jajarannya, juga melakukan silaturahmi dengan masyarakat adat di Talisaya. Serta, menyapa ribuan warga dari berbagai wilayah di pesisir selatan yang hadir.
Gamalis saat memandikan anak dalam tradisi tulak bala di Kampung Talisayan
Dikatakan Gamalis, pemerintah sangat mendukung pelestarian budaya ataupun tradisi yang dilakukan secara turun temurun, salah satu nya tradisi tulak bala di Kampung Talisayan.
Dia juga mengapresiasi masyarakat Talisasayan, yang telah sejauh ini menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Apalagi, pelaksanaannya yang mengundang masyarakat banyak, memberi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Talisaya.
“Ini adalah potensi pariwisata di Kabupaten Berau. Dan menjadi bukti bahwa Berau, memiliki destinasi wisata beragam. Selain pantai, juga ada tradisi budaya seperti tulak bala ini. Ini yang akan terus kita dorong,” jelasnya.
Untuk mewujudkannya, tentu perlu ada sinergitas antara pemerintahan kampung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau. Gamalis berharap, namun terpenting kata dia, pelestarian itu berada di tangan masyarakat kampung sendiri. Akan dikemas seperti apa tradisi tersebut di masa mendatang.
Pemerintah daerah dalam hal ini lanjut dia, akan mendukung penuh setiap potensi wisata yang digarap secara maksimal.
“Kita harus bersatu bersama untuk mempromosikan wisata dan kebudayaan bersama agar bisa terus dinikmati semua lini generasi,” jelasnya.
Kendati kata dia, tidak semua Kampung memiliki potensi wisata, seperti Kampung Talisayan. Namun, pemerintah kampung bisa mengembangkan sektor-sektor lain. Apakah itu itu kuliner, kerajinan tangan, maupun objek wisata alam lainnya.
“Itu semua tergantung inovasi dan kreativitas pemerintah Kampung, BUMK, dan masyarakatnya lagi. Potensi apa yang bisa dikembangkan, harus konsisten dilakukan. Kalau perlu belajar kepada kampung lain untuk menambah inovasi,” jelasnya.
Terlepas dari itu, Gamalis berpesan, agar masyarakat selalu bersyukur dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar selalu dilindungi dan dihi dari dari marabahaya.
“Tradisi tersebut sekaligus wujud kearifan lokal suku Banua di Kabupaten Berau. Semoga gelaran selanjutnya dapat lebih ramai dan menarik wisatawan yang datang sebanyak-banyaknya,” pungkasnya. (/ADV)
Bagikan :

Miliki Sabu 53,50 Gram, Seorang Wanita Diamankan Satresnarkoba Polres Kutim

TAK BERKUTIK: SM (26) ditangkap polisi karena telibat kasus pidana narkotika. (foto : humas polda kaltim)

NEWSNUSANTARA.COM, KUTIM – Satresnarkoba Polres Kutim mengamankan seorang perempuan yang memiliki narkotika jenis sabu dengan total seberat sekitar 53,50 di Jln Ulin Perum Lembah Hijau RT 33 Kelurahan Swarga Bara, Sangatta Utara, Kabupaten Kutim pada Sabtu (10/9/22) sekitar pukul 23.30 Wita. Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Narkoba Polres Kutim AKP Darwis.

Wanita berinisial SM (26) diamankan Satresnarkoba Polres Kutim karena diketahui memiliki narkotika jenis sabu dengan total seberat sekitar 53,50 gram. “Pelaku berinisial SM (26), berhasil kami tangkap bersama barang bukti sabu-sabu,” ujarnya.

Penangkapan tersebut berawal dari petugas yang mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang perempuan yang sering mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu di daerah tersebut.

Barang Bukti jenis sabu sabu dan handphone ikut diamankan

Kemudian, timnya langsung melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Sekira jam 23.30 Wita, tim langsung mengamankan dan menangkap SM (26) tersebut.

Pada saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu poket narkotika jenis sabu dengan berat 53,50 gram beserta plastik pembungkusnya,
satu tas warna abu abu, satu buah hp, satu tas tenteng kecil warna pink tmpt menyimpan sabu, satu sendok takar sabu terbuat dr pipet plastik, satu timbangan digital dan beberapa plastik klip.

“Untuk saat ini, pelaku sudah diamankan dan sedang dilaksanakan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” ucap Kasat Narkoba Polres Kutim AKP Darwis.(noy/sar)

Bagikan :

Pria Menggunakan Hoodie Ditemukan Meninggal di Jalan Pulau Sambit, Diduga Karena Kecelakaan Tunggal

Ft:Sosok jasad pria tergeletak tak bernyawa ditemukan warga ,diduga korban kecelakaan tunggal di Jalan Pulau Sambit,Kelurahan Tanjung Redeb,Kabupaten Berau,Kalimantan Timur

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB- Warga diJalan Pulau Sambit, sempat dibuat geger dengan ditemukannya sosok jasad pria tergeletak tak bernyawa, dengan kondisi kepala penuh darah, pada Senin (6/9) sekira pukul 06.30 Wita.

Menurut informasi yang didapatkan dari pihak kepolisian, dugaan sementara pria tersebut meninggal akibat kecelakaan tunggal.

Kasat Lantas Polres Berau, AKP Edo Dhamara Yudha melalui Kanit Laka Polres Berau, Ipda Marullah mengatakan, pria tersebut berinisial WA, yang merupakan warga Kecamatan Tabalar.

Jasad WA kata dia, ditemukan oleh petugas dinas Kebersihan pada pagi hari saat membersihkan areal taman di Jalan Pulau Sambit. Tidak jauh dari jasad pria itu, juga terdapat sepeda motor yang digunakan jenis Honda CRF.

“Dugaan sementara itu karena kecelakaan tunggal atau out of control. Baik korban maupun kendaraannya, langsung dievakuasi,” jelasnya.

Dari informasi yang didapatkan, korban sempat bertemu dengan rekan-rekannya dan nongkrong bersama. Diduga, WA mengalami kecelakaan dini hari pukul 02.30 Wita, setelah pulang dari tempat tongkrongan dari arah Tekuk Bayur menuju Tanjung Redeb.

 

Saat melintas di jembatan Jalan Pulau Sambit, WA kehilangan kendali motornya, sehingga mengalami kecelakaan. Pihaknya juga menduga, penyebab korban kehilangan kendali, diduga karena mengantuk dan pengaruh minuman beralkohol.

Namun, untuk memastikan hal itu, pihaknya juga masih menunggu hasil visum keluar dari RSUD dr Abdul Rivai.

“Info awal pengaruh mengantuk dan alkohol termasuk. Kecelakaan itu membuat korban mengalami luka berat di belakang kepala,” jelasnya.

Diterangkan Marullah, WA saat ditemukan tidak menggunakan helem, hanya menggunakan hoodie dengan penutup kepala. Adapun motor yang digunakan juga mengalami ringsek dibagian depan.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dirinya mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan bermotor, untuk tetap menggunakan helm saat berkendara. Di sisi lain, ketika mengantuk atau dalam pengaruh minuman keras hendaknya jangan berkendara.

“Helm ini bertujuan mengurangi potensi cidera dibagin kepala. Karena kepala ada bagian tubuh paling fatal. Juga kalau bisa, jangan berkendara dalam kondisi mengantuk atau habis minum minuman keras,” pungkasnya. (/).

Bagikan :

Ratusan Masyarakat Adat Dayak Berau Minta KASBI Angkat Kaki Dari Bumi Batiwakkal

Foto:Para Pengujuk Rasa Yang mengatasnamakan Aliansi Adat Dayak dan Ormas Adat Dayak berorasi depan kantor Bupati Berau.

NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Adat Dayak dan Ormas Adat Dayak Kabupaten Berau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau, pada Selasa (6/9/2022).

Aksi tersebut menuntut dibubarkannya Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di Kabupaten Berau lantaran dianggap memberikan pemahaman hukum yang salah kepada masyarakat setempat sehingga melakukan tindak pidana.

 

Aksi tersebut juga sebagai reaksi atas beredarnya sebuah video di media sosial oleh Ketua Pusat KASBI, Nining Elitos, yang diduga menyinggung perasaan masyarakat Adat Dayak dan elemen ormas adat Kabupaten Berau.

“Karena telah memelintir permasalahan yang sebenarnya. Di mana, KASBI Berau justru memberikan penjelasan hukum yang keliru kepada Keluarga Ulayat Marjun. Diketahui, Marjun ini bukan nama suku, melainkan sebuah wilayah di Kecamatan Talisayan yang ditinggali oleh Suku Dayak Basap,” jelas Sekretaris Jenderal Komando Pertahanan Adat Dayak Kalimantan (KPADK) Berau, Mikael Sangiang.

Pihaknya dengan tegas menolak keberadaan KASBI di Bumi Batiwakkal karena memberikan pemahaman hukum yang salah kepada masyarakat adat setempat sehingga melakukan tindak pidana.

“Memberikan pemahaman yang salah kepada masyarakat. Sehingga melakukan tindak pidana seperti pencurian yang terjadi di perusahaan sawit yang berada di tanah tersebut beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penjelasan hukum keliru yang dilakukan oleh KASBI Berau berupa alasan status lahan klaim adalah status quo sehingga warga diperbolehkan untuk melakukan pencurian tandan buah sawit (TBS) di area perusahaan sawit tersebut. Hal ini tentu berdampak pada permasalahan hukum.

Foto:Pengujuk Rasa dengan damai dan tertib berbaris depan Kantor Bupati Berau.

“Padahal sudah dari turun temurun dari leluhur memperbolehkan tanah tersebut dikelola oleh perusahaan tersebut,” jelasnya.

Ia mengingatkan, agar ormas dan serikat yang ada tidak melakukan tindakan diluar AD-ART nya, apalagi sampai ikut campur permasalahan adat tanpa melakukan koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu dengan lembaga dan dewan adat yang di Kabupaten Berau.

Ketua Tameng Adat Borneo Pasukan Merah, Taslim, mengatakan, masuknya segelintir orang yang mengatasnamakan serikat buruh kemudian mengkait-kaitkan dengan nama suku, dalam hal ini Suku Dayak, dapat mengganggu kedamaian di Kabupaten Berau.

“Untuk itu, kami mendukung dibubarkannya KASBI di Berau, agar situasi tetap damai dan terjaga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Berau, Johan, menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Berau agar segera menindaklanjuti apa yang telah menjadi tuntutan pada peserta aksi.

“Apabila tuntutan kami tidak diindahkan, jangan salahkan kami jika kami mengambil langkah langkah yang dapat mengganggu kedamaian di Kabupaten Berau ini,” jelasnya.

Sementara, Asisten 1 Setkab Berau, Hendratno, mengapresiasi warga yang melakukan aksi pada hari ini. Ia mengatakan, pemerintah menitikberatkan pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat sudah diwadahi dengan baik.

“Masyarakat kita ini sudah paham tentang hukum dan mereka melihat bahwa ada sesuatu yang perlu diluruskan. Semua pihak sudah kita akomodir opini-opininya,” tuturnya.

 

Ia menjelaskan, pihak Pemkab Berau sudah berdiskusi terkait masalah Marjun, hanya saja selalu tidak ketemu hasil.

“Pemda berterima kasih atas saran dan pesan dari rekan rekan Ormas yang turut membantu menjaga kab. Berau untuk selalu kondusif terutama terkait memfilter isu-isu yang tidak benar atau hoaks. Terkait tuntutan dari rekan-rekan semua akan kami jadikan bahan diskusi saat rapat dengan Bupati Berau,” pungkasnya.

Pengamanan aksi dipimpin oleh Kabag Ops Polres Berau AKP Febriadi Silvano Muabuay dengan menerjunkan sekitar 46 personel dalam pengamanan ini, dibantu dengan personel dari Polsek Tanjung Redeb, Koramil dan Satpol PP.

Ia menjelaskan bahwa Aliansi Adat Dayak Berau ini pada dasarnya untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut dibubarkannya Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di Kabupaten Berau lantaran dianggap memberikan pemahaman hukum yang salah kepada masyarakat setempat sehingga melakukan tindak pidana.

“Kami hanya mengawal dan memfasilitasi apabila ada masyarakat yang menyampaikan pendapatnya di muka umum selama itu melalui proses dan sesuai dengan prosedur yang ada,” tandasnya.

Adapun tuntutan dari Aliansi Adat Dayak Berau adalah berikut :
1. Menolak KASBI mengurus permasalahan Ulayat Dayak Kabupaten Berau.
2. Permasalahan adat Dayak atau Ulayat Dayak adalah urusan tokoh adat Dayak di Kabupaten Berau.
3. Menuntut KASBI angkat kaki dari Kabupaten Berau.
4. KASBI telah memberikan pemahaman hukum yang salah sehingga masyarakat adat Dayak melakukan tindakan kriminal.(*/humaspolres/Ono).

Bagikan :