NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Berau, khususnya di wilayah ibukota Tanjung Redeb nampaknya ikut mempengaruhi kapasitas lokal sekolah menengah pertama.
Hal tersebut disampaikan Gamalis, setelah mengambil sampel saat melakukan pemantauan selama masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu. Menurutnya, kapasitas siswa SMP Negeri yang dapat tertampung hanya 256 siswa.

“256 ini ada dari berbagai macam unsur yang mau masuk salah satunya adalah dari penerimaan murid itu sendiri ditambah dengan 64 siswa lemparan dari SMP 1 dan SMP 3 Tanjung Redeb,” kata Gamalis, Sabtu (12/7/2025).
Menurutnya, jika memperhatikan syarat zonasi. Maka seperti SMP Negeri 2 Berau tidak memenuhi syarat. Karena jarak antara sekolah dengan permukiman masyarakat sekitar Kelurahan Gayam dan Gunung Panjang lebih 1.000 meter, sedangkan syarat maksimal adalah 800 meter.
Melihat kondisi itu, maka menurut Gamalis masih memerlukan sebuah lokal baru. Karena SMP tersebut, sudah melebihi ambang batas 28 lokal. sehingga tidak memungkinkan untuk penambahan lokal baru di areal lahan sekolah.
“Salah satu upayanya, adalah membangun gedung baru untuk sekolah menengah pertama, ini sudah kami diskusikan dan lobi ke Korpri karena di sekitar situ (SMP Negeri 2) masih ada lahan yang standby sekitar 1 hektare,” jelasnya.
Sebaliknya, jika melihat dari sebaran sekolah dasar (SD) menurut Gamalis sudah lebih dari cukup. Dengan begitu, pembangunan lokal untuk SMP baru menjadi salah satu solusi yang saat ini pihaknya utamakan.
“SMP kita tidak sanggup lagi menampung untuk lulusan dari SD khususnya yang berada di tengah kota,” tandasnya.
(MRK/ADV)





