Pendapatan PT Hutan Sanggam Berau Tembus Rp7 Miliar, DPRD Ingatkan Jangan Lupa Lingkungan

Senin, 27 Oktober 2025 09:17 WITA

NEWSNUSANTARA,BERAU – Kabar menggembirakan datang dari PT Hutan Sanggam Berau (HSB). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau, perusahaan daerah itu memproyeksikan pendapatan hingga Rp7 miliar pada akhir tahun 2025 — angka tertinggi sejak berdirinya Perusda tersebut pada tahun 2003.

Meski prestasi itu patut diapresiasi, Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengingatkan agar HSB tidak hanya berfokus pada keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara profit dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga  "Mahasiswi Politeknik Sinar Mas Berau Coal Raih Medali Emas dan Perak di PORSENI XIV, Inspirasi bagi Mahasiswa Berprestasi"
Tinjauan direksi PT Hutan Sanggam ke lokasi Hutan Sanggam (IST)

“Perkembangan bisnis memang penting, tapi kelestarian hutan dan ekosistem di dalamnya tidak boleh diabaikan. Hutan Sanggam bukan sekadar sumber daya, melainkan identitas dan penyangga kehidupan bagi masyarakat Berau,” tegas Elita.

Politisi Partai Golkar itu menilai, keberhasilan finansial yang dicapai HSB hendaknya menjadi pemacu untuk menjalankan bisnis berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan daerah seharusnya bisa menjadi contoh dalam menerapkan prinsip ekonomi hijau yang tetap berpihak pada alam.

“Kita semua bangga dengan capaian ini, tapi tanggung jawab terhadap lingkungan harus berjalan seiring. Jangan sampai demi angka, kita mengorbankan keberlanjutan,” sambungnya.

Sementara itu, Manajer Tamhut Binsos PT HSB, Anwar Kalfangare, menjelaskan bahwa capaian pendapatan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan dukungan dari berbagai pihak. Ia menyebut, kontribusi HSB terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperkirakan mencapai Rp1,9 hingga Rp2 miliar.

“Alhamdulillah, ini pencapaian tertinggi kami sejak berdiri. Meski cuaca dan lahan produksi jadi tantangan, kami tetap berkomitmen menjaga stabilitas keuangan,” ujarnya.

Anwar menegaskan, HSB tidak ingin terjebak pada euforia angka semata. Fokus perusahaan tetap pada stabilitas jangka panjang dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Lebih baik stabil dan sehat secara finansial daripada hanya mengejar untung besar sesaat tapi rugi di tahun berikutnya,” tutupnya.

Dengan capaian tersebut, DPRD berharap HSB dapat terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai keberlanjutan yang menjadi roh dari pembangunan di Bumi Batiwakkal.(adv/newsnusantara)

Bagikan:
Berita Terkait