NEWSNUSANTARA.COM,MALANG – Progres perbaikan jalan rusak di Kabupaten Malang masih berada pada tahap awal dengan serapan anggaran yang baru mencapai 7 persen hingga saat ini.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, tercatat sekitar 28 persen dari total jalan dalam kondisi rusak, yaitu sepanjang 467,25 kilometer dari total panjang jalan sebesar 1.668,76 kilometer di Kabupaten Malang.
Anggaran yang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk perbaikan jalan sebesar Rp 335,16 miliar. Namun, hingga bulan ini, realisasi serapan anggaran baru mencapai sekitar 7 persen, atau setara dengan Rp 23,46 miliar.

“Perlu diketahui bahwa penyerapan anggaran tersebut akan berlangsung hingga bulan Desember 2023. Tentunya, kami akan memaksimalkannya secara bertahap,” kata Plt Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Suwiknyo, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Suwiknyo menjelaskan bahwa serapan anggaran sebesar 7 persen tersebut masih digunakan untuk pemeliharaan rutin dan perbaikan jalan secara insidentil dengan alokasi anggaran sebesar Rp 50 miliar. Beberapa pekerjaan perbaikan jalan yang sudah dilaksanakan antara lain perbaikan Jalan Sumedang dan Jalan Pagak-Kepanjen.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyerapan anggaran untuk perbaikan jalan masih belum dapat dioptimalkan pada awal hingga pertengahan tahun 2023 ini.
“Hal ini terjadi karena proses pekerjaan fisik tidak dapat dilakukan dengan cepat. Penyerapan anggaran maksimal menunggu sampai kontrak selesai, biasanya pada bulan November,” jelasnya.
Sementara itu, pada tahap awal hingga pertengahan, penyerapan anggaran hanya untuk uang muka pengerjaan yang diperkirakan mencapai 20 persen, atau setara dengan Rp 67,03 miliar.
Dengan anggaran penyelenggaraan jalan yang tersedia melalui APBD, belum dapat menuntaskan perbaikan 28 persen jalan rusak yang ada.
“Yang pasti, dengan anggaran yang ada, kami paling tidak dapat memperbaiki 10 persen dari total jalan yang rusak, yakni sekitar 46,72 kilometer jalan rusak yang akan mendapatkan perbaikan pada tahun ini,” tegasnya. (Hamzah)





