Pulau Terluar Butuh Perlindungan, DPRD Berau Fokus pada Mitigasi Abrasi di Payung-Payung

Senin, 8 Desember 2025 01:07 WITA
Agenda reses di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, dihadiri langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah.

NEWSNUSANTARA,BERAU-Kegiatan reses anggota DPRD Berau kembali dilaksanakan, kali ini menyasar Kampung Payung-Payung di Kecamatan Maratua. Kunjungan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak terkait kondisi pesisir mereka yang kian tergerus abrasi.

Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, yang hadir langsung dalam dialog bersama warga, menerima aspirasi terkait permohonan pembangunan bronjong penahan gelombang untuk melindungi permukiman dari hantaman ombak. Kondisi geografis Payung-Payung yang berada tepat di tepi laut membuat kampung tersebut menghadapi ancaman abrasi hampir setiap tahun.

Baca Juga  Kampung Teluk Sumbang Gagal Panen, Pemkab Berikan Bantuan Cadangan Pangan Daerah Triwulan 2
Agenda reses di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, dihadiri langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah.(IST)

Warga menyampaikan bahwa gelombang besar secara berkala terus mengikis garis pantai hingga mendekati rumah-rumah penduduk. Mereka khawatir, tanpa adanya pengaman pesisir, sebagian kawasan pemukiman bisa tergerus lebih jauh.

“Setiap musim tertentu, air laut naik dan gelombangnya semakin kuat. Kami takut kalau ini dibiarkan, pemukiman bisa terancam,” ungkap salah satu warga dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat, Liliansyah menegaskan bahwa kebutuhan perlindungan pesisir di wilayah kepulauan memang menjadi isu mendesak yang terus muncul dalam agenda reses sebelumnya. Ia menyebut persoalan ini bukan hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pulau.

Baca Juga  Keluhan Soal BPJS Kesehatan Masih Muncul, DPRD Berau: Masalah Utama Ada pada Pemahaman Warga

“Kami akan terus mendorong dinas terkait untuk melakukan peninjauan langsung dan menyusun langkah penanganan yang paling tepat. Mitigasi abrasi tidak boleh ditunda,” tegasnya.

Ia memastikan aspirasi tersebut akan dibahas dalam pertemuan bersama perangkat daerah agar masuk dalam prioritas penanganan, mengingat kondisi Payung-Payung yang semakin rawan.

Liliansyah menambahkan bahwa perlindungan pesisir harus menjadi perhatian serius pemerintah mengingat Maratua merupakan salah satu wilayah terluar dengan akses terbatas, sehingga masyarakatnya membutuhkan dukungan penuh.

Baca Juga  Wabup Gamalis: Kesehatan Anak Kunci Mewujudkan SDM Unggul di Berau

“Kami akan kawal sampai tuntas. Wilayah pesisir seperti Payung-Payung membutuhkan perlindungan segera agar kampung tetap aman dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” tandasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait