Rawan Bagi Pengguna Jalan, Subroto Minta Penanganan Segera Gorong-Gorong Rusak di Talisayan

Jumat, 9 Mei 2025 12:47 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Subroto, menyoroti kondisi gorong-gorong yang berada di ruas jalan poros Talisayan menuju Biduk-Biduk, tepatnya setelah Sungai Aru, Kecamatan Talisayan.

Ia menyebut kondisi gorong-gorong tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Saya sudah lihat langsung. Gorong-gorong itu kondisinya sudah rapuh, walau pernah ditambal, tapi hanya di bagian atas saja,” ungkap Subroto dalam keterangannya Jumat (9/5/2025).

Baca Juga  Dinilai Paling Aktif, LPM Kelurahan Gunung Panjang Raih Juara 1

Menurutnya, gorong-gorong tersebut memiliki penyekat di bagian dalam yang justru menjadi penghambat aliran air.

Akibatnya, saat hujan turun, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan justru meluap ke badan jalan.

“Penyekatnya malah menghalangi air. Hujan sebentar saja, air langsung meluap ke atas jalan,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja ke beberapa kecamatan, Subroto secara langsung meninjau titik rawan tersebut.

Ia menilai, perbaikan sementara yang hanya dilakukan dengan menambal bagian atas tidak cukup, mengingat struktur bawah gorong-gorong sudah mengalami kerusakan serius.

Baca Juga  Mayjen TNI Farid Makruf Minta Prajurit Jaga Amanah dan Kepercayaan Rakyat di Trenggalek

“Sudah sering ditambal, tapi hanya permukaannya. Padahal di bawahnya sudah rapuh,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Berau dapat segera menyampaikan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar menjadi perhatian dan diprioritaskan dalam perbaikan jalan provinsi.

“Harapan kami, Pemda bisa dorong ke provinsi agar ini jadi prioritas. Jalan poros Talisayan–Biduk-Biduk ini sangat penting,” ucapnya.

Baca Juga  Falen Sarankan Bangkitkan Peluang Bisnis UMKM untuk Cegah Praktik Pungli di Destinasi Wisata

Subroto menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat pesisir selatan Berau, termasuk untuk distribusi barang dan mobilitas warga.

Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan.

“Kita tidak ingin menunggu sampai ada korban. Segera ditangani sebelum makin parah,” pungkasnya.

(MRK/ADV)

Bagikan:
Berita Terkait