NEWSNUSANTARA,BERAU – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyoroti persoalan ketimpangan pendapatan yang dinilainya masih cukup tinggi di tengah masyarakat Bumi Batiwakkal. Menurutnya, kesenjangan tersebut berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program peningkatan ekonomi yang selama ini dijalankan. Subroto menegaskan, langkah pemerataan harus menjadi fokus utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Indeks Gini kita menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup signifikan. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Subroto.

Indeks Gini atau Gini Ratio merupakan indikator yang digunakan untuk menilai tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat. Semakin tinggi angkanya, semakin timpang distribusi pendapatan dalam suatu wilayah. Berdasarkan data pembanding di Kalimantan Timur, Berau tercatat memiliki ketimpangan yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.
“Jika kita bandingkan dengan daerah lain di Kaltim, tingkat pemerataan pendapatan di Berau masih kurang baik. Ini menandakan bahwa program ekonomi yang ada belum menyentuh semua lapisan masyarakat,” lanjutnya.
Subroto meminta agar Gini Ratio dijadikan salah satu alat ukur dalam merumuskan program penanggulangan kesenjangan. Menurutnya, evaluasi ini harus difokuskan pada warga yang tinggal di daerah pedalaman dan kampung-kampung yang jauh dari pusat ekonomi.
“Pemerataan bisa dimulai dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sektor ekonomi, memperbaiki mobilitas dengan sarana prasarana yang memadai, serta membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.
Dengan perbaikan kebijakan dan program yang tepat sasaran, Subroto berharap kesenjangan pendapatan di Berau dapat ditekan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata.
(adv)





