
NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB– Minimnya hasil produksi panen petani di Kabupaten Berau, turut menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Berau, Elita Herlina.
Belum lagi, keluhan petani mengenai sulit mendapatkn pupuk disertai harga yang mahal, turut jadi penyebab tidak stabilnya hasil panen.
Bahkan, Elita melihat langsung kondisi di lapangan, bagaimana petani mengeluh mengenai hal tersebut. Sebagai wakil rakyat, dirinya komitmen memperjuangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan para petani.
“Dari hadil reses yang saya temukan, banyak warga mengeluhkan soal kelangkaan pupuk. pastinya sangat berpengaruh dengan produksi pertanian yang ada,” ungkapnya, Selasa (8/8/2023).

Terlebih, dari data yang ada pada tahun 2021-2022 terdapat 38,70 ton padi per Hektare (He) dan sampai di tahun 2022-2023 terjadi penurunan menjadi 33,90 ton per He.
Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian, dirinya akan memperjuangkan apa yang menjadi keluhan para petani. Salah satu upaya yakni melakukan koordinasi dengan OPD terkait, maupun menggunakan mekanisme dana aspirasi.
Namun, lanjutnya, realisasinya harus menempuh berbagai mekanisme yang ada.
“Namun saya pastikan, saya akan menindaklanjuti permasalah ini hingga tuntas,” tuturnya.
Ia meminta, pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus terkait merosotnya jumlah panen petani padi. Baik itu berupa pupuk bersubsidi ataupun non subsidi yang mudah di dapatkan.
Selain itu, pemerintah diharapkannya, dapat membuat terobosan agar memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk dengan mudah. Juga bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan pupuk bersubsidi segera.
“Karena memang salah satu penghambat turunnya produksi padi dari petani, yaitu susahnya mendapatkan pupuk,” pungkasnya. (/ADV).
Reporter:Miko//Editor:Edy





