Tidak Bisa Bergerak Sendiri Satpol PP Butuh Bantuan OPD Lain

NEWSNUSANTARA, TANJUNG REDEB- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Berau memanggil seluruh pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di Bumi Batiwakkal untuk mensosialisasikan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2010 tentang pelarangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Berau.

Kepala Satpol-PP Berau, Anang Saprani menuturkan, pihaknya sebagai ujung tombak penegakkan Perda dirasa perlu menyampaikan peraturan tentang pelarangan penjualan miras tanpa izin sebelum nantinya melakukan razia.

“Mengapa kita hanya mengumpulkan pemilik THM, karena saat ini yang menjadi sorotan memang tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi tempat penyebaran miras,” jelasnya Selasa (21/6).

Menurutnya, dalam menegakkan Perda diperlukan sosialisasi besar yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Diakuinya, hingga saat ini koordinasi setiap OPD dalam menegakkan Perda belum terpadu. Sehingga dirasa sulit untuk menjalankan suatu Perda, khusunya Perda Nomor 11 tahun 2010.

“Harusnya instasni yang berkaitan dengan izin terlibat, supaya sama-sama bergerak. Kalau di Perda ada ancaman kurungan 6 bulan dan denda Rp 50 juta, tapi untuk menentukan pemberian sanksi bukan wewenang Satpol-PP, ada tahapan dahulu semisal pemberian teguran terlebih, kan Perda beda dengan pidana umum,” jelasnya.

Lebih lanjut, apabila Satpol-PP dalam menjalankan tugasnya belum bisa maksimal, setidaknya ada upaya menekan peredaran miras. Anang mengaku, dirinya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sebab dirinya merasa masih banyak lokasi yang terindikasi sebagai lokasi penjualan miras tetapi belum diketahui.

“Kita ada terima laporan sampai di Kecamatan Kelay ada tempat hiburan, memang terkesan warung biasa tapi ternyata menjual miras,” tuturnya.(pin)