NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Belum lama ini PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau BPD Kaltimtara telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025.
Sejumlah pembahasan dibahas di dalamnya, seperti pergantian jajaran direksi hingga mengenai pengisian Dewan Pengawas Syariah BPD Kaltimtara.
Berkaitan dengan bank daerah itu, Sekda Berau Muhammad Said, juga menerangkan, ada misi yang saat ini terus dikawal oleh Pemerintah daerah. Yakni mengenai, penyertaan modal.

Terkait besaranya, Said memilih untuk hemat bicara. Sebab yang terpenting kata dia, adalah Pemkab Berau akan terus berusaha, meningkatkan jumlah penyertaan modal kepada Bankaltimtara karena akan berpengaruh pada dividen.
“Kami memiliki penyertaan modal terbanyak ke-3 di BPD Kaltimtara, setelah Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara,” imbuhnya.
Muhammad Said mengatakan, hal tersebut dilakukan lantaran Pemkab Berau masih percaya kepada Bankaltimtara karena sebagai bank pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan.
Sebagai informasi, dalam catatan Bapenda Berau, Pendapatan Asli Daerah atau PAD 2024 dari kategori pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, hanya terealisasi sebesar 94,48 persen.
Dari target senilai Rp19.6 miliar, Bapenda Berau mendapatkan pembagian dividen sebesar Rp18.5 dari empat Perusda. Setoran tertinggi, berasal dari Bankaltimtara yang menyetor laba senilai Rp 14.98 miliar melebihi target yang ditetapkan yakni Rp 14.9 miliar.
(MRK/ADV)





