Warga Kecewa Kontraktor PT Fahreza Tidak Hadir Kerja Bakti

Senin, 27 Februari 2023 03:21 WITA
BERSIHKAN LINGKUNGAN: Warga RT 15 Perum Wika Gunung Samarinda Baru memberihkan tanah dan bekas material proyel Das Ampal yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa.

NEWSNUSANTARA. COM BALIKPAPAN- Warga Perumahan Wika RT 15 Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB) Balikpapan Utara merasa kecewa atas sikap pimpinan PT Fahreza Duta Perkasa yang tidak memenuhi undangan silaturahim dan kerja bakti bersama di area terdampak proyek pembangunan drainase DAS Ampal di lingkungan warga RT 15, Minggu (26/3) kemarin.

BERSIHKAN LINGKUNGAN: Warga RT 15 Perum Wika Gunung Samarinda Baru memberihkan tanah dan bekas material proyel Das Ampal yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa.

Sebaliknya warga setempat sangat mengapresiasi kehadiran H. Rafiuddin selaku Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( DPU) dan pihak konsultan yang bersedia hadir serta berdialog terbuka usai kerja bakti bersama warga.
“Maksud warga mengundang pihak kontraktor ya silaturahim, bukan ingin menghakimi. Kami mengadakan komunikasi dalam kebaikan. Tapi alhamdulillah kekecewaan warga kami tertutupi atas kehadiran Plt Kepala DPU H.Rafiuddin. Atas nama warga RT 15 kami menyampaikan terimakasih. Bapak Rafiuddin berkenan hadir berdialog dan membangun komunikasi langsung dengan warga terkait perkembangan pembangunan proyek DAS Ampal. Beliau sangat memahami keluhan dan harapan warga atas dampak dan keberlangsungan pekerjaan proyek pemerintah ini,” ujar Drs H.Slamet Iman Santoso selaku Ketua RT 15 didampingi sekretarisnya, Handoko Sekretaris.
Kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih lingkungan dalam mempersiapkan bulan Ramadan 1444 H/2023, juga diselingi dengan mengundang pihak DPU, Lurah Gunung Samarinda Baru, Pihak PT Fahreza Duta Perkasa, Konsultan, Babinsa dan Bhankamtibmas.
“Kami mengundang para instansi terkait, kontraktor PT Fahreza Duta Perkasa di sela-sela agenda kerja bakti ini, mengingat sebentar lagi umat Islam akan menjalankan ibadah di bulan Ramadan,” imbuh Slamet Imam Santoso.
Sementara proyek pembangunan drainase DAS Ampal berada di kawasan RT 15 Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara.
Disebutkan Slamet, pihak kontraktor berjanji kepada DPU sekitar 12 Februari 2023 pelaksanaan kegiatan proyek akan tuntas. Namun keadaan di lapangan tidak seperti janji yang pihak kontraktor sampaikan.
“Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan warga. Di kawasan RT 15 berdiri Masjid Ishlahul Ummah, di Perumahan Praja Bhakti juga ada Masjid Baitul Makmur. Pada Ramadan, umat muslim sangat padat untuk beribadah ke dua masjid tersebut.
“Namun saat ini kondisi kawasan kami begitu carut-marut,” ungkapnya.
Kondisi tersebut yakni tanah liat, bekas material, kabel listrik, tiang listrik, pembatas median jalan, drainase lama penuh endapan tanah, kotoran, dan ada beberapa titik dinding drainase jebol, badan infrastruktur, dan lapisan aspalnya banyak terdampak alat berat.
“Serta penutup bak kontrol yang belum terpasang,” tutur H. Tonny Koentoro mewakili warga.
Keadaan ini menurut ketua RT 15 tentunya perlu segera disikapi dengan kebersamaan. Untuk itulah perlunya sinergi kerja-kerja sosial bersama dan mencari kebaikan.
“Kita tahu jalur utama Jalan MT Haryono belum kelar pembangunannya. Ribuan motor tiap hari masih menggunakan jalur lintas kawasan Wika RT 15 ini. Ada aktivitas warga perumahan, tempat ibadah dan saudara-saudara kita yang lain. Mari kita bantu agar masyarakat nyaman beribadah dan melintas di kawasan tersebut. Untuk itu perlu kerjasamanya,” tutur Slamet Iman Santoso dan berharap pihak kontraktor juga bisa ikut peduli.
Pekerjaan gotong-royong di RT 15 kemarin dimulai pukul 07.30 Wita. Hadir Babinsa Sertu Budiono, pihak konsultan Yoga Karya, Plt Kepala Dinas PU H.Rafiuddin, Babinkamtibmas Brigpol I Made, pekerja lapangan DPU Balikpapan.
Di awal sebelum kerja bakti pihak konsultan telah menyampaikan tugas kepada warga. Kemudian sekitar pukul 09.30 Wita dialog interaktif dilanjutkan. Rafiuddin menyampaikan sekilas terkait proyek DAS Ampal. Setelah itu dilanjutkan dengan dialog.
Rafiuddin dalam penyampaiannya secara tegas mengatakan, pihak Pemerintah Kota Balikpapan memiliki komitmen akan menyelesaikan serta mengawal pekerjaan DAS Ampal ini sesuai dengan ketentuan dan batas waktunya yang telah disepakati antara pihak kontraktor dan pemerintahan kota.
“Ini kawasan RT 15 sudah merupakan aset pemerintah kota, tentu tidak akan kami biarkan kondisinya rusak, kumuh, kotor dan terbengkalai dampak dari pekerjaan proyek ini. Kami Pemkot berkomitmen akan bertanggungjawab memulihkan kondisi fasum di RT 15 yang terdampak ini akan menjadi lebih cantik dan lebih baik lagi. Kami sungguh sangat berterimakasih sekali atas perhatian dan kerjasama warga RT 15 yang sudah peduli mengawal kebaikan akan proyek DAS Ampal ini selesai tepat waktunya dengan standar yang kita harapkan bersama,” tutur Rafiuddin.
Sementara itu Denny Tunga, H.Tanto, Gusti Indra Darwan, H.Tonny Koentoro, Yusuf K, FX Sumarno yang merupakan warga RT 15 menyampaikan berbagai keluhan dan pertanyaan. Mulai kenapa pihak PT Fahreza Duta Perkasa yang memenangkan tender, apa komitmen pihak Pemkot Balikpapan terhadap keberlangsungan proyek DAS Ampal, serta ketegasan dan sanksi buat kontraktor yang tidak komitmen serta susah diingatkan. Warga juga menyoroti peran Dishub agar bisa bekerjasama mengatur arus lalu lintas di jalan tembus roda dua Balikpapan dan Wika saat jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Di sisi lain Budiono dan I Made pada kesempatan yang sama dalam dialog menyampaikan keinginan warga RT 15 yang riil yaitu meminta pihak kontraktor bertanggungjawab terhadap kebersihan dan fasilitas umum yang rusak dan menjalin komunikasi yang baik.
Apa yang disampaikan warga dan Bhabinkamtibmas, Babinsa Kelurahan GSB menjadikan catatan khusus Kadis DPU dan menjadi perhatiannya. Berbagai pertanyaan warga telah dijelaskan Kepala Dinas PU dengan baik, membuat warga merasa senang.
“Kami telah mendengar apa yang disampaikan warga. Sekali lagi terimakasih buat warga RT 15 atas support pada Pemkot Balikpapan untuk kita berikhtiar mengawal pekerjaan DAS Ampal untuk mengurangi banjir. Insya Allah kita sama-sama bersabar dan doakan kami dapat menuntaskan pekerjaan Das Ampal ini lebih cepat,” ujar Rafiuddin dan langsung mengerahkan satuan unit DPU kerjanya untuk membantu warga membuang tanah liat dan merapikan puing-puing sisa pekerjaan proyek yang mengotori lingkungan.(nyo/sar)

Baca Juga  Gubernur Promosikan Wisata Derawan
Bagikan:
Berita Terkait