Diduga Korsleting Mesin Genset yang Sedang Menyala, Ruko di Jalan Niaga Nyaris Terbakar

Rabu, 15 Maret 2023 11:24 WITA

NEWSNUSANTARA.COM  TANJUNG REDEB- Salah satu toko alat tulis kantor (ATK) di Jalan Niaga, Tanjung Redeb nyaris terbakar pada Rabu (15/03/2023). Beruntung respon cepat warga setempat dan pemadam kebakaran dapat segera memadamkan api sebelum menyebar ke seluruh bangunan.

FOTO : Petugas kebakaran di bantu warga  membantu Salah satu toko dijalan Niaga Nyaris Terbakar.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar Husairi mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekira pukul 16.50 Wita. Mendapat laporan itu, pihaknya langsung menuju lokasi dengan membawa 2 unit armada.

Baca Juga  Di Tengah Padatnya Agenda 17 Agustus, Bupati Asahan Tetap Hadiri Bakti Sosial IWOI

“Alhamdulillah, api berhasil diatasi dalam 20 menit. Dan api juga tidak menyebar ke penjuru bangunan ruko, karena sudah berhasil diantisipasi,” ujarnya.

Adapun sumber api dikatakan Askar, diduga kuat berasal dari mesin genset yang menyala di bagian gudang.

“Api diduga berasal dari sana. Kemungkinan terjadi korsleting, sehingga meninbulkan dan membakar barang-barang yang ada disekitar mesin genset,” katanya.

Baca Juga  Ketua DPRD Berau Menginginkan Kunjungan Wisata Tetap Stabil, Penerapan Retribusi dan Fasilitas Dapat Diperhatikan

Sementara itu, pemilik ruko Monica Dede bersyukur api bisa dipadamkan dengan cepat dan tidak merembet ke seluruh penjuru bangunan. Apalagi, karyawannya juga sempat berupaya memadamkan dengan menggunakan apart.

FOTO : Petugas kebakaran di bantu warga  membantu Salah satu toko dijalan Niaga Nyaris Terbakar.

Menurutnya, dari informasi yang didapatnya api memang berasal mesin genset yang sedang menyala. Sebab, saat itu kondisi listrik memang sering mati lampu.

Baca Juga  "Peringatan WoDEF 2025: Seruan Global untuk Akhiri Eksploitasi Ikan dan Kerusakan Ekosistem Laut"

“Katanya seperti itu. Begitu dari gudang mesin genset diketahui mulai terbakar. Karyawan langsung mencoba padamkan api, dan memanggil pemadam kebakaran. Kebakaran dapat dihindari,” ujarnya.

Adapun kerugian dari dampak kebakaran diakuinya, berkisar antara Rp 40 hingga Rp 50 juta. Kendati baru mengalami musibah, pihaknya mengaku tetap buka dan melayani pembeli seperti hari normal biasanya. (/)

Bagikan:
Berita Terkait