Tolak UU Cipta Kerja Masa dari Aliansi GERAM Gelar Unjuk Rasa di DPRD Tarakan

Rabu, 5 April 2023 02:02 WITA
FOTO:Ratusan masa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan April Melawan (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tarakan, Rabu, 5 Apri

NEWSNUSANTARA.COM TARAKAN – Tolak Undang-Undang Cipta Kerja, ratusan masa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan April Melawan (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tarakan, Rabu, 5 April 2023 siang.

Pada unjuk rasa ini masa aksi dari Aliansi GERAM yang didominasi berbagai elemen mahasiswa se-Tarakan, menyampaikan orasi dengan kawalan ketat aparat kepolisian.

Dari pantauan langsung NEWSNUSANTARA.COM di lokasi unjuk rasa, selain orasi masa pengunjukrasa juga sempat membakar ban dan memblokade jalan raya (Jalan Jenderal Sudirman) yang berada tepat di depan kantor DPRD Tarakan.

Baca Juga  Belum Punya Ketua Baru, Dana Operasional KONI Berau Bisa Hangus Lagi
FOTO: Ratusan masa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan April Melawan (GERAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tarakan, Rabu, 5 Apri

Ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang mana telah mengesahkan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

“Ini yang menjadi atensi publik bersama tidak terkecuali di daerah. Kami ingin mengangkat isu ini menjadi gerakan yg masif diadakan di daerah,” sebut Iqbal, Korlap Aksi saat menyampaikan orasinya.

Baca Juga  Lestarikan Alam, Polda Kaltara Lakukan Penanaman Bibit Pohon

Namun, masa aksi sendiri gagal menemui langsung Ketua DPRD untuk menyampaikan tuntutannya tersebut.

Saat aksi berlangsung Ketua DPRD sedang berada di luar kantor, dalam rangka agenda kerja.

Wakil Ketua DPRD Tarakan, Yulius Dinandus mengatakan, meski tidak ada Pimpinan DPRD pihaknya dipastikan menerima apa yang akan disampaikan pada aksi kali ini.

Baca Juga  OIKN Targetkan Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif Kota Nusantara Rampung 2028

Lebih lanjut Yulius menjelaskan, surat untuk aksi ini baru diterima kemarin (4 April 2023), dan maksud daripada aksi tersebut tidak jelas.

“Suratnya kita terima siang kemarin. Dan hanya kirimkan judul tanpa tujuan demonya tidak ada sama sekali. Kalau saya ditanya soal apa yang mereka minta saya juga tidak tahu. Barusan saya terima aksi yang tidak jelas tujuannya,” jelasnya.

“Saya simpulkan sampai saat ini belum tahu apa tuntutan dari Aliansi Geram,”pungkas Yulius. (HD)

Bagikan:
Berita Terkait