NEWSNUSANTARA.COM TARAKAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam upaya menekan laju inflasi menjelang lebaran 2023 bersama instansi terkait menyepakati tujuh poin pelaksanaan dan strategi program bagi masyarakat.
Ketujuh poin yang disepakati nantinya akan berjalan seimbang dengan tetap fokus memperhatikan kestabilan ketersediaan pangan dan harga, sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPWBI) Kaltara, Wahyu Indra Sukma mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan HLM (high level meeting) TPID Provinsi Kaltara sebagai wujud nyata pengendalian inflasi. Dimana kegiatan tersebut menghasilkan tujuh kesepakatan.

Adapun tujuh poin tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perluasan kerja sama antar daerah, termasuk kerja sama pangan intra Provinsi Kaltara perlu dilakukan guna mendukung ketersediaan pasokan.
2. Memperkuat ketersediaan data pangan melalui digitalisasi data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi khususnya kerja sama antar daerah.
3. Melaksanakan sosialisasi belanja bijak untuk mendukung pengelolaan ekspektasi masyarakat agar tidak panic buying khususnya kepada ibu rumah tangga.
4. Melaksanakan pasar murah dan sidak pasar untuk menjaga keterjangkauan harga di Kaltara.
5. Menggalakkan gerakan tanam pangan, khususnya pada komoditas pangan utama seperti bawang merah, cabai, dan padi sebagai upaya ketersediaan pasokan di Kaltara.
6. Menjaga kelancaran distribusi di Kaltara, khususnya optimalisasi tol laut dan perbaikan jalan trans Kalimantan.
7. Mengadakan HLM TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebagai langkah koordinasi pengendalian inflasi.
“Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kaltara akan kembali dilaksanakan pada 2023, setelah di 2022 lalu mampu mendukung terjaganya tingkat inflasi. Selain itu, kegiatan lain seperti gelar pasar murah, sidak pasar, inisiasi kerja sama antar daerah, dan sosialisasi belanja bijak juga akan kembali dilaksanakan,” jelas Wahyu kepada awak media.
Selain tujuh poin ini, TPID Kaltara juga konsisten melakukan berbagai strategi dalam pengendalian inflasi yang berlandaskan 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
Perlu diketahui, bahwa capaian inflasi gabungan dua kota IHK (Indek Harga Konsumen) di Kaltara pada Maret 2023 sebesar 4,17 persen (yoy), merupakan yang terendah di Kalimantan.
Inflasi kota penyusun IHK di Kaltara ialah Tarakan dan Tanjung Selor, dimana masing-masing berada pada peringkat ke-1 dan ke-7 terendah di Kalimantan.
“Terjaganya inflasi di Kalimantan Utara merupakan wujud dari sinergi TPID se-Kaltara yang dituangkan pada berbagai strategi pengendalian inflasi yang berlandaskan 4K,” terangnya. (HD)





