NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Penggunaan QR Code atau Gelang Tangan, kini diterapkan untuk menghitung jumlah kunjungan wisatawan dalam setiap kegiatan.
Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Berau (Disbudpar), Abdul Majid menjelaskan, ajang Maratua Musik Festival jadi yang pertama menerapkannya. Menurutnya, ini dianggap sebagai terobosan baru, terutama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan event parawisata di Berau.
“Kita bisa tau siapa saja yang datang, baik wisatawan lokal maupun asing. Ini menjadi bahan evaluasi kerja karena baru pertama kali kita terapkan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Penggunaan QR Code di Maratua Musik ini, digadang-gadang menjadi pilot project untuk penyelenggaraan berbagai event lainnya di destinasi wisata Kabupaten Berau.
“Mudah-mudahan di tahun 2026 nanti bisa lebih baik lagi. Hasil dari sistem barcode ini akan menjadi dasar bagi pengembangan konsep event pariwisata selanjutnya,” tambahnya.
Penggunaan sistem ini juga diuji coba dalam acara Karrap Festival. Kegiatan budaya yang menampilkan berbagai pertunjukan kesenian hingga kuliner andalan khas daerah Bumi Batiwakkal.
“Dua hari pelaksanaan Karrap Festival, tercatat sekitar dua ribu pengunjung yang datang. Baik dari luar daerah, maupun warga Berau sendiri. Semua kita data, untuk dijadikan database pengembangan pariwisata ke depan,” jelas Majid.
Dengan adanya sistem ini, Disbudpar akan terus melakukan berbagai inovasi dalam mendukung promosi, pengembangan destinasi pariwisata kedepannya. (/)
Reporter: Akmal





