NEWSNUSANTARA, BERAU-Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Berau melakukan evaluasi terhadap kesiapan layanan di Rumah Potong Hewan (RPH) yang berada di Jalan HARM Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur.
Peninjauan yang dilakukan pada Senin (25/5/2026) tersebut difokuskan pada kondisi fasilitas, kapasitas pelayanan, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi potensi peningkatan aktivitas pemotongan hewan kurban.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan keberadaan RPH memiliki peran strategis dalam menjamin daging yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Karena itu, kondisi fasilitas dan kualitas pelayanan harus terus dijaga.
“RPH merupakan fasilitas penting yang mendukung penyediaan daging yang aman dan layak konsumsi. Apalagi menjelang Idul Adha, aktivitas pemotongan biasanya meningkat,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, sejak Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 105 ekor sapi telah dipotong di RPH Berau. Rata-rata aktivitas pemotongan mencapai enam ekor per hari, menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan fasilitas tersebut oleh masyarakat.
Dalam kunjungan itu, pemerintah juga menemukan sejumlah sarana pendukung yang memerlukan perhatian. Salah satunya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengalami penurunan fungsi akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut dan lalu lintas hewan di kawasan rumah potong.
Meski terdapat beberapa fasilitas yang membutuhkan perbaikan, operasional RPH dipastikan tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami kendala.
Selain infrastruktur, keterbatasan jumlah petugas juga menjadi catatan dalam evaluasi tersebut. Menurut Gamalis, kebutuhan tenaga kerja di RPH perlu menjadi perhatian agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal, khususnya saat memasuki masa puncak pemotongan hewan kurban.
“Ketersediaan SDM yang memadai sangat penting untuk menunjang pelayanan, terutama ketika permintaan meningkat,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga mencermati adanya perubahan pola pelaksanaan kurban di masyarakat. Jika pada tahun sebelumnya jumlah pemotongan hewan kurban di RPH mencapai sekitar 28 ekor, tahun ini diperkirakan hanya berkisar 14 hingga 15 ekor.
Penurunan tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya pilihan masyarakat untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban secara mandiri di lingkungan masjid maupun permukiman warga.
Meski demikian, Pemkab Berau berharap RPH tetap menjadi pilihan masyarakat karena memiliki fasilitas dan pengawasan yang mendukung pelaksanaan pemotongan sesuai standar kesehatan hewan dan keamanan pangan.
“Yang terpenting adalah proses pemotongan hewan, baik di RPH maupun di lokasi lain, tetap memperhatikan standar kebersihan, kesehatan, dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Repoter: Akmal I Editor: Sarno





