Ansor dan Banser Gelar Wayang Kebangsaan

LESTARIKAN BUDAYA: Pertunjukan wayang kulit dalam acara penutupan apel 10 ribu kader Ansor dan Banser.
LESTARIKAN BUDAYA: Pertunjukan wayang kulit dalam acara penutupan apel 10 ribu kader Ansor dan Banser.

NEWSNUSANTARA.COM – MALANG – Dalang Ki Ardhi Poerboantono bersama 10 ribu kader Ansor dan Banser menggelar pertunjukkan kesenian tradisional Wayang Kebangsaan dalam rangka penutupan apel 10 ribu kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang.Ki Ardhi Poerboantono menjelaskan, pagelaran wayang dilaksanakan pada hari Minggu (22/02/2023) kemarin. “Pertunjukan yang bertemakan Kebangsaan adalah sebagai bentuk khidmat para seniman tradisional, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Diwakili Sanggar Santri Sapu Jagad Nahdlatul Saqofa Nusantara,” ujar Ki Ardhi.

Lebih lanjut dia mengatakan, sanggar maupun padepokan tersebut yang dibinanya secara langsung. Dalam pagelaran wayang kebangsaan menyampaikan beberapa pesan.”Kami mengajak teman-teman seniman budaya tradisional di Kabupaten Malang, bahwa para Wali Songo dan Wali Nusantara yang membawa Islam ke Indonesia. Apalah dayanya kita akan mengenal Islam,” kata Ki Ardhi.Menurutnya, menghargai para pendahulu dalam hal ini Wali Songo sudah sepatutnya dilakukan. “Kita bahasannya kepotangan budi (nerhutang budi) kepada Wali Songo,” tambahnya.Di jelaskan lagi, Wali Songo merupakan penyambung Islam ke leluhur. “Seni budaya di era Wali Songo yang ada sekarang ini masih berkembang, wayang, jaran kepang, tari topeng dan sebagainya, itu adalah salah satu bentuk dakwah,” imbuhnya.”Artinya, penyampaian cara Wali dengan menggunakan media seni, kesenian dan kebudayaan, sampai ke hati masyarakat di Bumi Nusantara,” imbuhnyaKata Ki Ardhi Poerboantono berpesan kepada warga di era digital ini kemasyhuran para Wali sudah terbukti. “Diantaranya, Sunan Kali Jogo, Sunan Bonang dan Sunan Ampel yang meninggalkan tradisi-tradisi Wali Songo,” ujarnya. Maka dari itu Ki Ardhi Poerboantono mengatakan, bahwa kesenian dan kebudayaan tradisional termasuk Wayang Kebangsaan patut dijaga keberadaannya. “Salah satunya dengan ditampilkan di penutupan Alapel 10 Ribu kader Ansor dan Banser Kabupaten Malang”, tutupnya. (Hmz).