Berau Dapat Bantuan 7,2 Ton Beras

TERIMA : Berau dapat bantuan 7,2 ton beras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang akan diserahkan kepada masyarakat terdampak covid-19.

NEWSNUSANTARA,BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mendapatkan bantuan beras 7200 kilogram dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Bantuan beras ini merupakan cadangan pangan pemerintah (CPP) Provinsi Kaltim untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak covid-19.

Kepala Dinas Pangan Berau, Fattah Hidayat menjelaskan bahwa bantuan ini telah diserahkan secara simbolis kepada masing-masing bupati/walikota. Yang kemudian menunggu untuk penyaluran kepada masyarakat. “Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak covid-19 saat ini. Sehingga bisa membantu dalam mencukupi kebutuhan pokoknya terutama beras,” ujarnya.

Disampaikan Fattah, berdasarkan surat keputusan dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kaltim, jumlah CPP Provinsi yang berupa beras bulog kualitas medium untuk bantuan kepada korban bencana banjir di Kota Samarinda sebanyak 51.890 kilogram dan dampak pandemi covid-19 sebanyak 126.350 kilogram. “Kalau di Berau ada empat kecamatan yang menerima bantuan ini dengan total 958 masyarakat. Kecamatan yang menerima yaitu Sambaliung dengan jumlah penerima 482, Tanjung Redeb sebanyak 168, Batu Putih sebanyak 189 dan Biatan sebanyak 119,” ungkapnya.

Dari total bantuan yang diberikan sebanyak 7200 kilogram, masing-masing masyarakat akan menerima bantuan sebanyak 7,5 kilogram. Saat ini bantuan beras tersebut telah tiba di Berau dan berada di gudang Bulog. “Minggu ini dari provinsi juga akan datang ke sini untuk melihat langsung pengemasan dan persiapan di Bulog. Setelah itu akan segera disalurkan langsung kepada masyarakat penerima,” imbuhnya.

Penyerahan bantuan ini akan diserahkan melalui kecamatan dan kelurahan untuk diteruskan kepada masyarakat yang berhak menerima. Ia berharap penyaluran ini bisa tepat sasaran kepada masyarakat membutuhkan. “Minggu ini kita targetkan bisa tersalurkan seluruhnya. Sehingga bisa secepatnya dimanfaatkan oleh masyarakat penerima untuk memenuhi kebutuhannya,” pungkasnya. (as)