NEWSNUSANTARA.COM,TANJUNG REDEB, POLRES BERAU.COM – Sebuah video viral tentang seorang pria yang dikeroyok di Berau telah menarik perhatian warga di media sosial. Video tersebut menunjukkan pria tersebut dikeroyok oleh sekelompok warga, hingga akhirnya meninggal dunia setelah dipukul di bagian kepala.
Awalnya, terdapat beberapa versi cerita yang beredar di masyarakat mengenai pria tersebut. Beberapa orang mengatakan bahwa pria tersebut mabuk dan merusak kendaraan serta rumah warga, sementara yang lain menyebutnya sebagai seorang begal.
Namun, Kapolsek Biduk-Biduk, AKP Suwarno, membantah tuduhan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa pria tersebut tidak mabuk ataupun seorang begal. “Bukan. Diduga karena depresi berat,” ungkap AKP Suwarno pada Rabu, 5 Juli 2023.

Kronologis kejadian bermula pada Sabtu, 1 Juli 2023, ketika Laode Arsan (35), warga Desa Manubar Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, datang ke Kampung Tembudan dan menginap di Penginapan Rahayu. Dia berencana untuk pergi ke Tanjung Redeb dan meminta pengurus penginapan mencarikan mobil travel.
Namun, pada hari berikutnya, tanggal 2 Juli 2023, Laode tiba-tiba mengubah pikirannya dan mengatakan tidak jadi berangkat. Kemudian pada pukul 12.00 wita, dia kembali meminta bantuan untuk mencarikan mobil.
Ketika mobil jemputan tiba sekitar pukul 15.00 wita, Laode terlihat gelisah dan sibuk menelpon seseorang. Dia juga meminta pengurus penginapan agar tidak keluar dari kamarnya. Ketika pengurus penginapan mencoba membuka pintu, Laode melompat dan mengunci pintu.
Warga yang mendengar teriakan pengurus penginapan berusaha membantu dan mencoba membuka pintu. Namun, Laode mengamuk dan berusaha menghentikan kendaraan yang lewat sambil merusak rumah dan kendaraan dengan potongan kayu.
Situasi semakin memanas dan berujung pada pengeroyokan terhadap Laode oleh warga yang tersulut emosi. Akibatnya, Laode mengalami luka pada telinga sebelah kiri dan pipi sebelah kanan yang bengkak dan memar.
Setelah diamankan oleh Polsubsektor Batu Putih Polsek Biduk-Biduk, Laode Arsan dirujuk ke Puskesmas Batu Putih untuk mendapatkan perawatan medis. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa Laode mengalami depresi berat.
Pihak kepolisian bersama dengan pihak Puskesmas Batu Putih bekerja sama untuk merujuk Laode ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb guna perawatan medis yang lebih intensif. Polsubsektor Batu Putih juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Berau untuk menangani Laode Arsan sebagai seorang warga terlantar.
Kapolres Berau, AKBP Sindhu Brahmarya, melalui Kasi Humas Iptu Suradi, menegaskan bahwa Laode saat ini sedang menjalani perawatan di Ruang Kesehatan Jiwa Kamar Tulip dan tidak dalam kondisi meninggal dunia seperti yang disebutkan dalam video yang viral.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Motif pengeroyokan tersebut diduga karena tindakan Laode yang mengamuk dan merusak kendaraan serta rumah warga.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kasus ini merupakan akibat dari depresi berat yang dialami oleh Laode. Video yang beredar hanyalah saat Laode mengamuk dan tidak ada kaitannya dengan mabuk atau aksi kejahatan sebagai seorang begal.
HUMAS POLRES BERAU





