Bupati Majene Akan Optimalkan Pengembangan Wisata Dato’

NEWSNUSANTARA,MAJENE – Bupati Majene terpilih Andi Achmad Sukri Tammalele (AST) siap mengoptimalkan pengelolaan dan pengembangan Wisata Dato’.

Kabupaten Majene memiliki luas wilayah 947,84 kilometer persegi dengan posisi wilayah yang strategis, terletak sekitar 302 km sebelah utara Kota Makassar, panjang pantai 125 km memanjang dari selatan ke utara.

Geografi dengan panjang 125 kilometer ini memiliki banyak potensi wisata bahari yang indah, keragaman hayati, dan keindahan pantai yang dapat menjadi tujuan utama wisatawan.

“Kalau dilihat geografi panjang pantai Majene kurang lebih 125 kilometer, dan sepanjang pantai itu tentu ada titik-titik memiliki pemandangan yang indah untuk dapat dikembangkan sebagai pariwisata dan memilki daya dukung untuk dikunjungi banyak orang,” terang Andi Achmad Syukri Tammalele saat meninjau kawasan wisata Pantai Dato Majene, Minggu (3/1/2021).

Andi Achmad Syukri Tammalele menuturkan, sektor pariwisata bahari Pantai Dato harus terus didorong untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Jika memaksimalkan potensi wisata bahari tentu memerlukan usaha keras dan kerja sama dari pemerintah pusat dan daerah, masyarakat lokal, pelaku usaha wisata, serta investor. Sinergi yang baik dan kerja sama dari semua pihak sangat diharapkan,” harap AST, dilansir SBChannel.id, grup Suberindo.co.Dipaparkan, sejalan dengan program unggulan dan prioritas dalam pembangunan kepariwisataan Nasional, wisata bahari salah satu destinasi wisata yang harus dikembangkan dengan pengenalan tempat tujuan wisata, dukungan bagi kampanye pelestarian lingkungan, dan peningkatan wisata budaya bahari.“Selain itu juga, peningkatan sumber daya manusia lokal agar lebih memudahkan wisatawan menuju lokasi wisata ataupun berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Masyarakat tentu tetap aktif untuk mengembangkan industri kreatif. Karena melalui wisata bahari juga dapat meningkatkan perekonomian di lokasi-lokasi tujuan wisata, sehingga kesejahteraan masyarakat lokal juga akan terus meningkat,” katanya.

Mantan Sekkab Majene ini juga merasa takjub melihat potensi wisata di pantai Dato’ yang berada di Lingkungan Leppe, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur yang terletak sekitar dua kilometer dari pusat kota Majene.

“Potensi wisata pantai Dato’ ini sangat unik dari tempat wisata terkenal yang ada di tanah air, seperti pantai Bali, Mataram maupun obyek wisata Tanjung Bunga di Makassar,” urainya.

Untuk mewujudkan visi ini, kata AST, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene perlu merancang ulang pengembangan di kawasan wisata.

“Ini bisa kita lakukan dengan mengajak konsultan atau tim ahli untuk merancang grand design pengembangan jangka panjang kawasan pantai Dato’ yang saat ini sudah menjadi tujuan wisatawan lokal saat musim liburan tiba. Termasuk fasilitas taman bermain bagi anak-anak, seperti kolam berendam, ayunan dan fasilitas lainnya. Tidak hanya itu, juga disiapkan lapak bagi pedagang industri kreatif kerajinan tangan, lapak pusat ole-ole khas, kuliner khas daerah dan termasuk disiapkan panggung hiburan dan penginapan,” tuturnya.

Dikatakan, jika kawasan wisata Pantai Dato’ memiliki fasilitas lengkap tentu lebih berkesan di mata pengunjung.
“Pengelolaan pariwisata yang baik tentu output-nya bisa menjadi sumber utama penopang PAD (Pendapatan Asli Daerah) setiap tahunnya dan berdampak sistemik terhadap tumbuhnya ekonomi masyarakat Majene,” ujarnya. (abd hafid)