Bupati Tekankan Kolaborasi Bangun Pariwisata Berau Lebih Keren

Sabtu, 23 Agustus 2025 04:15 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengaku percaya diri dengan proses transisi ekonomi ke sektor pariwisata.

Pasalnya, pendapatan daerah dari sektor pariwisata dalam satu tahun terakhir menunjukkan hasil yang cukup positif.

Hingga pertengahan tahun ini, Pemkab Berau mampu mengumpulkan retribusi dari destinasi wisata mencapai Rp200 juta dari target Rp400 juta pada 2025.

Saat ini, Pemkab Berau juga telah menerapkan retribusi setidaknya untuk empat destinasi wisata, di antaranya Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan, Keraton Sambaliung, Keraton Gunung Tabur, dan Labuan Cermin.

Baca Juga  Kalsel Target Juara di Musabaqah Tilawatil Quran ke-28 di Padang

Sri Juniarsih mengatakan, pembenahan destinasi wisata di Berau memberikan dampak yang baik terhadap tingkat kunjungan wisatawan.

“Ini jadi tren yang positif. Kita harus lebih percaya diri lagi,” tutur Bupati Sri.

Dia menegaskan, pengembangan pariwisata di Berau tak dapat dilakukan jika hanya melalui satu pintu. Semua pihak harus ambil bagian dalam kerja serius tersebut.

Baca Juga  Belajar Dari Rumah Melalui Siaran Televisi

Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki peran penting dalam menjalankan agenda khusus menyiapkan langkah strategis promosi pariwisata. Termasuk kolaborasi pembangunan destinasi yang saat ini tengah berjalan.

“Kalau soal eksekusi ada dinasnya, tapi kalau ide, gagasan dan promosi itu bisa dikerjakan bersama,” tuturnya.

Bupati Berau dua periode ini menambahkan, pembenahan destinasi wisata menjadi agenda penting yang mesti dikawal dari tingkat pemerintah kampung hingga pemerintah daerah.

Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memoles daya tarik wisata (DTW) guna mengundang banyak orang berkunjung ke destinasi tersebut. 

Baca Juga  Wujud Pelestarian Budaya, Pemkb Berau Gelar Lomba Balap Perahu Panjang

Dia pun mengapresiasi upaya Disbudpar Berau yang dalam beberapa tahun belakangan ini konsentrasi memperbaiki sarana dan prasarana destinasi wisata unggulan.

“Di Pemapak Biatan dan Pulau Kakaban itu sudah diakui oleh banyak orang. Memang kerjanya terukur,” tandasnya.

Dirinya mengatakan, pekerjaan ini membutuhkan masa yang sangat panjang untuk memastikan setiap destinasi wisata di Berau dapat jadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

(MGN/ADV)

Bagikan:
Berita Terkait