Hasil Sementara, Kubar Sapu Bersih Emas di Arung Jeram dengan 10 medali.

Pertandingan Arung Jeram yang digelar di Kampung Suaranya, Kecamatan Sambaliung.

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB- Kutai Barat sepertinya masih belum terkalahkan di cabor arung jeram. Dari 10 kategori yang sudah ditandingkan, Kubar belum pernah terkalahkan sekalipun, dan berhasil menyabet 10 medali emas.

Berdasarkan informasi yang disampaikan tim teknikal delegate (TD), Agus Hari Sarjana, dari perolehan medali sementara Kubar 10 emas, Samarinda 4 Perak dan 2 Perunggu, kemudian disusul Kutim dengan 4 perak dan 1 perunggu, adapun Mahakam Ulu meraih 1 perak dan 4 perunggu, sementara Bontany meraih 2 perunggu.

“Di hari Kamis Kubar sapu bersih medali 4 emas di kategori head to Head putra putri dan slalom putra putri, setelah di pertandingan sebelumnya sapu bersih 6 emas,” ungkapnya, Kamis (24/11/2022).

Dia juga menyampaikan, dalam pertandingan itu, panitia terpaksa melaksanakan dua kategori lomba, karena sehari sebelumnya pertandingan sempat terkendala lantaran cuaca buruk, hujan disertai petir. Sehingga pertandingan harus ditunda bebrapa saat.

Pertandingan Arung Jeram yang digelar di Kampung Suaranya, Kecamatan Sambaliung.

“Rabu (23/11/2022) kemarin itu head to head harusnya digelar 4 nomor, tapi terpaksa diselenggarakan hanya 2 nomor saja, karena waktu sudah tidak memungkinkan. Makanya, 2 nomor dimainkan bersama dengan kategori slalom,” ujarnya.

Kendati demikian, pertandingan secara keseluruhan berjalan lancar dan tertib. Rencana, pertandingan terakhir akan diselenggarakan pada Jumat (25/11/2022).

“Semoga hingga hari terakhir tidak ada kendala yang dihadapi, agar pelaksanaan cabor arung jeram berlangsung lancar dan sukses,” pungkasnya. (/ADVPorprov7)

Bagikan :

Viral Terlibat Pemerasan, Kapolsek Jempang Dicopot

AKBP Heri Rusyaman Kapolres Kutai Barat

NEWSNUSANTARA.COM SENDAWAR- Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutai Barat (Kubar) AKBP Heri Rusyaman resmi mencopot Iptu Sainal Arifin dari jabatan Kapolsek Jempang, sejak Kamis (20/10/2022).

Pencopotan Sainal adalah bentuk ketegasan dari Kapolres Kubar, menyusul viralnya kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Kapolsek Jempang terhadap warga Kampung Mancong, kecamatan Jempang, Kutai Barat.

“Yang bersangkutan sudah kami nonaktifkan dari jabatannya mulai hari ini,” tegas AKBP Heri Rusyaman, kepada wartawan di Kantor Polres Kubar, Kamis siang.

Heri mengaku sudah menunjuk Ipda Sumanta sebagai pejabat sementara Kapolsek Jempang.

Sedangkan Iptu Sainal kini tengah diperiksa bagian Propam Polres Kubar.

“Dan yang bersangkutan kita pindahkan ke Polres Kubar sebagai Pama (Perwira Pertama) dan tidak ada jabatan (non job),” ujar Kapolres.

“Sekali lagi ini adalah bentuk ketegasan kami terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran. Karena tugas kita adalah melayani dan mengayomi masyarakat, jangan sampai masyarakat merasa tidak terlindungi,” sambung polisi berpangkat perwira menengah tersebut.

AKBP Heri mengatakan tidak akan mentolerir anggota yang melakukan pelanggaran disiplin maupun pidana.

“Kami tidak akan mentolerir jika ada anggota yang terindikasi melakukan perbuatan yang melanggar kode etik apa lagi tindakan pidana,” katanya.

DIMINTA PULUHAN JUTA, KORBAN SERAHKAN TANAH DAN SARANG WALET

Pencopotan Sainal Arifin ini buntut dari pengakuan Imah, warga kampung Mancong Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat.

Bahwa ia harus membayar uang puluhan juta kepada Kapolsek Jempang demi membebaskan ponakannya yang ditahan polisi.

Bahkan Imah mengaku menyerahkan tanah dan bangunan sarang burung walet kepada Kapolsek Jempang, agar ponakannya yang ditahan polisi segera dikeluarkan dari tahanan, meskipun tidak ditemukan barang bukti saat ditangkap.

Namun Imah kini kembali berterima kasih kepada Polres Kubar, karena sarang walet dan uang Rp 10 juta sudah dikembalikan Iptu Sainal Arifin

Bahkan sudah menindak tegas Kapolsek Jempang tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pak Kapolres sudah berusaha membantu masalah ini dan semuanya sudah dikembalikan pak Kapolsek. Tanah dan uang semuanya sudah dikembalikan,” kata Imah saat ditemui wartawan di Kantor Polres Kubar.

Wanita 43 tahun ini juga mengapresiasi langkah tegas AKBP Heri Rusyaman yang langsung mencopot Kapolsek Jempang.

“Sekali lagi saya berterima kasih dengan Pak Kapolres yang sudah bisa menyelesaikan masalah kami ini sehingga Pak Kapolsek dapat sanksi, dan ada keadilan buat kami,” ucap Imah yang datang ke kantor Polres bersama ponakannya, Fahrial Muslim, yang sempat dua kali ditahan Polsek Jempang.

Dia berharap, kepolisian terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kepolisian makin baik ke depannya,” tutup Imah, sembari menyebut tidak mendapat tekanan saat dipanggil Polres Kubar.

Diberitakan rri.co.id sebelumnya, Imah dan ayah Fahrial Muslim mengaku dengan terpaksa menyerahkan uang Rp 10 juta serta tanah dan sarang walet ke Kapolsek Jempang pada bulan Agustus 2021.

Uang dan sarang walet itu akhirnya dikembalikan Kapolsek pada tanggal 13 dan 16 Oktober 2022, setelah berita dugaan pemerasan itu viral di media massa dan media sosial.(*/nyo/sar)

Bagikan :

Soal Tahun Baru Tidak Ada Izin Ini Kata Kapolda

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Polisi Herry Rudolf Nahak
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Polisi Herry Rudolf Nahak

 

NEWSNUSANTARA,PENAJAM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Polisi Herry Rudolf Nahak menegaskan, tidak ada izin keramaian untuk perayaan malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2021. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami tidak akan keluarkan izin keramaian perayaan malam pergantian tahun,” ujar Herry Rudolf Nahak di Penajam, Senin [14/12] lalu.Herry Rudolf Nahak sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala kepolsian resor atau kapolres di kabupaten/kota se-Kaltim agar memperhatikan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing. Instruksi tersebut, lanjut kapolda, sesuai arahan Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

“Akhir tahun kami kira agendanya tetap harus sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah,” ujarnya pula.

Agenda ibadah dan wisata akhir tahun, lanjut Herry Rudolf Nahak, diharapkan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.Kapolri Idham Azis, katanya pula, telah menetapkan tidak ada izin keramaian perayaan Natal dan malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2021.“Terjadinya keramaian terutama di malam perayaan pergantian tahun harus diantisipasi sedini mungkin, karena kalau sudah berkumpul rawan penyebaran Virus Corona,” tambahnya. [bs]

Bagikan :

65 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap Satresnarkoba Kubar


 

 

 

 

Newsnusantara,Sendawar- Jajaran Satresnnarkoba Kutai Barat  berhasil mengungkap sebanyak 65 Kasus dengan 85 orang tersangka dalam kurun waktu Januari hingga Oktober 2020. Kasus yang diungkap tersebut terdiri dari Polres 45 kasus 59 tersangka, sedangkan Polsek 20 kasus 26 tersangka.

Sedangkan barang bukti (BB) yang diamankan Polres yaitu sabu-sabu sebanyak 87 paket seberat 37,5 gram, dobel LL 348 butir. Sedangkan Polsek berhasil mengamankan sabu-sabu 95 poket dengan berat 102,9 gram. Total sabu-sabu yang diamankan sebanyak 182 poket dengan beratv140,4 gram dan dobel LL 348 butir.Selain itu, selama gelar Operasi Antik 2020 pada 15 hingga 29 Oktober 2020 berhasil mengamankan lima orang pemakai narkotika jenis sabu-sabu yang berasal dari Kubar maupun Mahakam Ulu (Mahulu).

Kapolres AKBP Irwan Yuli Prasetyo dalam pres rilisnya menyampaikan, lima orang pemakai narkotika jenis sabu-sabu diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda di Kubar dan Mahulu.

“Dalam operasi antik yang baru saja selesai resnakoba berhasil mengamankan pemakai narkoba tiga orang di Kubar dan dua orang di Mahulu,”ujar Irwan Yuli Prasetyo didampaingi Kasat Narkoba AKP. Simon Tamu dan Kasubag Humas Iptu. Andreas, di Mapolres Jumat (30/10/2020).

Dikatakan Irwan, kelima tersangka semuanya pemakai, dan sebagian hanya ikut-ikutan dan diajak teman – temannya. Pelaku yang tertangkap dalam operasi antik merupakan pengangguran dan tidak punya pekerjaan tetap.

Ia menuturkan, di Kubar ini belum ada bandar yang besar seperti kota besar lainnya. Tangkapan yang didapat baik Reskoba Polres maupun Polsek rata-rata di bawah lima gram.Sementara salah satu tersangka yang masih berusia 20 tahun dan berasal dari Mahulu mengatakan, memakai sabu-sabu hanya ingin mencoba dan diajak teman. Ia hanya pingin tahu seperti apa rasanya narkoba.

Saya pakai narkoba hanya pingin mencoba saja,” kata salah satu tersangka yang berencana melangsungkan pernikahan bulan depan.

Irwan berharap kepada seluruh masyarakat baik di Kubar maupun Mahulu memberikan informasi kapada penegak hukum apabila menemukan atau mengetahui ada seseorang yang menggunakan narkoba. Kepolisian akan segera bertindak, karena narkoba ini harus diberantas hingga ke akar akarnya.Kelima tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(arf

Bagikan :