Polres Berau Amankan Ribuan Botol Berisi Miras

NEWSNUSANTARA.COM,BERAU-Polres Berau berhasil menyita ribuan botol yang berisi minuman keras(miras) ilegal dari lima Wilayah Polsek terebut,diantara Polsek Tanjung Redeb,Polsek Sambaliung,Polsek Gunung Tabur,Polsek Teluk Bayur dan Polsek Kelay.

Pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2022 sekitar Pukul 21.00 wita Anggota Polsek Gunung Tabur mendapat laporan dari masyarakat bahwa di Jl. Simanuk Kel. Gunung Tabur Telah didapat beberapa orang telah melakukan pesta miras, selanjutnya anggota Polsek Gunung Tabur melakukan penyelidikan tentang terhadap kelompok yang melakukan Pesta miras di wilkum Polsek Gunung Tabur tersebut, kemudian sekitar jam 21.30 wita anggota Polsek Gunung Tabur telah mengamankan sekelompok orang yang diduga melakukan Pesta Miras di depan rumah AH Jl. Simanuk kemudian sekelompok orang serta barang bukti diamankan ke Polsek Gunung Tabur untuk proses lebih lanjut.

“Operasi Miras ini kita lakukan untuk menciptakan kenyamanan warga dan menekan  angka kriminalitas yang disebabkan oleh miras”,kata kapolres Berau Sindhu Melalui siaran pres yang di kirim melalui whatsahap Grup oleh Humas Polres Berau : PS. KASIHUMAS  IPTU SURADI,Sabtu/27/08/2022.Sindhu mengatakan bahwa semua laporan dari masyarakat dan anggota yang bekerja dilapangan tentang adanya jual beli miras ilegal.

 

Berdasarkan laporan  tersebut pihaknya langsung melakukan razia di sejumlah warung warung yang menjual minuman keras ilegal.alhasil ribuan botol serta barang bukti lainnya tentang penjualan ilegal diamanakan untuk penindakan lebih jelasnya.

Seluruh pelaku kata dia, akan dikenakan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 11 Tahun 2010 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 2 Tahun 2009, tentang
Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, diancam kurungan pidana paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000.

Kemudian di Pasal 5 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 11 Tahun 2010 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 2 Tahun 2009 tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

“Di mana setiap orang dilarang meminum-minuman beralkohol di temapat-tempat umum, diancam kurungan pidana paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp
Rp 5 juta,” Ujarnya.

Ditegaskan nya, tidak hanya permasalahan besar saja yang harus diperhatikan. Namun lanjut dia, permasalahan kecil, baik miras, judi, hingga kegiatan prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur. Ini kerap terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dan turut berdampak pada ketidaktertiban lingkungan.

Permasalahan yang melekat pada masyarakat, adalah penyakit masyarakat. Dalam istilah
sosiologi, termasuk dalam kajian Patologi Sosial, yaitu ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala sosial yang dianggap sakit.

Di mana hal itu berkaitan dengan semua tingkah laku, yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan. Hingga hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Apalagi, dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, dengan jumlah penduduk yang banyak, penyakit masyarakat cenderung bervariasi dan jumlahnya lebih banyak dibanding dengan masyarakat yang
homogen.

“Masyarakat yang berada di Kampung akan menghadapi penyakit sosial yang berbeda dengan masyarakat yang kota. Sehingga, penanganannya juga akan berbeda,” jelasnya.

Ketahanan masyarakat dalam mencegah munculnya berbagai penyakit masyarakat, menurutnya tergantung dari
masyarakat itu sendiri. Terutama dalam membangun norma yang disepakati.

Semakin banyak norma yang
dilanggar, akan tampak semakin banyak pula penyakit yang muncul dalam masyarakat. Misalnya saja tindak pidana, akibat minum-mjnuman keras. Belum lagi lajunya perkembangan teknologi, juga menjadi fasilitator terhadap munculnya berbagai modus dan variasi baru penyakit masyarakat.

“Ada banyak hal yang bisa terjadi, seperti tindak kejahatan prostitusi, judi dan tindakan kejahatan lainnya. Makanya kami, dari aparat kepolisian akan mencegah dan meminimalisasi potensi-potensi ini,” pungkasnya. (/)