NEWSNUSANTARA,BERAU– Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi terlarang mendapat dukungan dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menilai langkah tersebut penting demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurutnya, penataan PKL tidak hanya menyangkut persoalan disiplin aturan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan dan aktivitas publik. Ia menilai keberadaan PKL di kawasan yang melanggar Peraturan Daerah kerap menimbulkan persoalan baru, seperti kemacetan hingga potensi kecelakaan.
“Banyak titik yang seharusnya steril, justru dimanfaatkan untuk berjualan. Ini jelas berisiko karena dapat mempersempit badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas,” kata Agus.
Ia menegaskan bahwa aspek kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan harus menjadi komitmen bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari para pelaku usaha kecil.
Meski mendukung penertiban, Agus tetap menekankan bahwa PKL memiliki peran penting dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Aktivitas perdagangan skala kecil dinilai sebagai salah satu penopang sektor UMKM di Berau.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa aktivitas ekonomi tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan. “Kami mendukung para pedagang untuk berusaha, tapi jika sudah melanggar dan membahayakan, tentu harus ditertibkan,” ujarnya.
Secara khusus, Agus juga menyoroti kawasan Bandara Kalimarau yang dinilainya tidak cocok dijadikan lokasi berjualan. Area tersebut merupakan zona vital yang berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan.
Ia berharap, proses penertiban yang dilakukan pemerintah tidak bersifat sepihak, melainkan disertai dengan solusi yang berpihak kepada pedagang, seperti penyediaan tempat relokasi yang lebih layak dan aman.
“Di sekitar bandara itu risikonya tinggi, ada angin kencang dan aktivitas pesawat. Pertimbangannya bukan melarang usaha, tapi murni soal keselamatan. Pemerintah harus hadir dengan solusi,” pungkasnya. (ADV)





