NEWSNUSANTARA,BERAU – Rencana pemasangan 1.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di seluruh Kecamatan di Bumi Batiwakkal mendapat sorotan tajam dari DPRD Berau. Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mengingatkan agar anggaran besar yang digelontorkan untuk program tersebut digunakan secara bijak dan tidak asal pasang.
Abdul Waris menilai, keberadaan LPJU sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat, namun penempatannya harus melalui kajian teknis yang matang. Ia meminta Pemkab Berau melalui Dinas Perhubungan tidak terburu-buru memasang lampu tanpa meninjau kebutuhan di lapangan.

“LPJU ini harus dipasang di lokasi yang benar-benar membutuhkan. Makanya kajian mendalam wajib dilakukan, supaya pemasangan sesuai standar dan tidak salah sasaran,” tegas Waris.
Ia bahkan menekankan pentingnya survei langsung di malam hari, bukan hanya siang hari. Menurutnya, banyak titik yang terlihat terang pada siang hari namun sesungguhnya gelap gulita saat malam.
“Kalau pengecekan dilakukan siang hari, semua terlihat terang. Jadi untuk menentukan titik prioritas, Dishub harus turun langsung saat malam hari,” ucapnya.
Waris juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan wisata. Ia mengungkapkan masih banyak destinasi wisata di Berau yang minim LPJU, sehingga membuat pengunjung merasa kurang aman ketika melintas atau beraktivitas pada malam hari.
Padahal, lanjutnya, sektor wisata sangat membutuhkan fasilitas penerangan yang memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
“Kawasan wisata justru seharusnya menjadi prioritas. Kalau gelap, orang enggan datang lagi. Penerangan yang baik bisa meningkatkan kunjungan wisata,” ungkapnya.
Ia berharap Pemkab Berau lebih selektif dan cermat dalam menentukan lokasi pemasangan LPJU, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mendukung pembangunan sektor-sektor penting di daerah.
Program LPJU ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan, menunjang pariwisata, serta memaksimalkan penggunaan anggaran daerah.(ADV)





