Harga Minyak Goreng Terus Meroket, Pemerintah Harus Turun Tangan

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Hingga saat ini, harga minyak subsidi yang ditetapkan pemerintah belum bisa menyeluruh menjangkau pedagang pengecer di wilayah Kota Tarakan.

Terpantau Newsnusantara Rabu (9/2/22), beberapa toko pengecer yang ada, baik di pasar gusher, pasar tenguyun maupun pedagang pinggiran, menjajakan minyak literan dengan harga yang variatif mulai dari 18.000-22.000/L, belum menembus harga 14.000/L.

Berdasarkan pengakuan pedagang, bahwa pematokan harga telah disesuaikan dengan agen/distributor tempat dimana mereka mengambil pasokan minyak tersebut.

Maryam (40) mewakili pedagang eceran pasar tenguyun menegaskan, adanya kebijakan pembaruan harga minyak yang tidak merata tersebut, mengakibatkan pedagang dalam kondisi drop minim pembeli.

“Setiap ada promo, kami di pasar anjlok karna yang beli di toko besar itu ibu rumah tangga, sedangkan disini ibu rumah tangga juga. Kalo ada promo, batasan pembelian 1 orang 1, 2 hari kedepan bisa beli lagi minyak 13-14 ribu itu. Pokoknya selama ada promosi minyak, minyak di pasar drop” ungkap Maryam saat dijumpai Newsnusantara di Pasar Tenguyun.

Langkah penghabisan stok, merupakan jalan sebagian besar pegadang pilih sembari menunggu kembalinya stabilitas harga sembako tersebut.

Adapun yang menjadi harapan kedepan bahwa harga minyak subsidi juga dapat diterapkan oleh pelaku usaha UMKM kecil. Dalam hal ini, alih peran pemerintah sangat dibutuhkan demi keberlanjutan usaha serta mengkondusifkan kondisi pedagang skala kecil yang wilayah Kota Tarakan.

“Ga papa naik, yang penting sama dengan harga pasar. Kalau mau diturunkan harga, sekalian juga turunkan harga di pasar. Intinya di sama ratakan.” Pungkasnya. (Putri)