Ketua DPRD Berau Janji Kawal Perbaikan Jalan Menuju Tiga Kampung di Sambaliung

Selasa, 17 Maret 2026 03:04 WITA
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto

NEWSNUSANTARA, TANJUNG REDEB-Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, berjanji akan mengawal usulan perbaikan jalan menuju tiga kampung di Kecamatan Sambaliung, yakni Kampung Bena Baru, Pegat Bukur, dan Inaran. Jalan tersebut saat ini dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut Dedy, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang maksimal. Karena itu, ia berkomitmen untuk mendorong agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan melalui anggaran daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan agar perbaikan jalan tersebut dapat dimasukkan dalam Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2027.

Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Baca Juga  Operasi Zebra Mahakam 2023: Penegakan Hukum Terhadap Pelanggar Lalu Lintas di Berau

“Perbaikan jalan ini akan kami kawal agar bisa masuk dalam ABT 2027. Kondisinya memang sudah sangat mengancam bagi masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. Bagi saya pribadi, ini prioritas,” ucapnya, Selasa (17/3/2026).

Dedy menegaskan, jalan menuju tiga kampung tersebut merupakan jalan dengan kewenangan pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai memiliki tanggung jawab untuk segera melakukan perbaikan.

Ia juga menyebut bahwa perbaikan jalan tersebut sudah seharusnya menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Berau. Pasalnya, kerusakan jalan tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan kondisinya terus mengalami penurunan.

Baca Juga  Punyai Misi Tingkatkan Rasa Toleransi di Tengah Keberagaman, Pemkab Berau Gelar PW2K

“Kerusakannya sudah lama dan semakin parah. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut akses masyarakat,” katanya.

Sementara itu, keluhan terkait kondisi jalan tersebut sebelumnya juga terus disampaikan oleh masyarakat setempat. Warga di tiga kampung yang terdampak mengaku khawatir jika kerusakan jalan terus dibiarkan tanpa penanganan.

Salah seorang warga yang bermukim di Kampung Bena Baru, Rahman, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan, terutama ketika hujan turun. Jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga sulit dilalui kendaraan. Bahkan kondisinya saat ini hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda empat.

“Kalau hujan, jalan jadi sangat licin dan berlumpur. Kendaraan sering terjebak, bahkan ada yang hampir tergelincir,” ujarnya.

Baca Juga  Gamalis Imbau Perhatikan 11 Kampung yang Masuk Rawan Pangan

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan perbaikan agar akses transportasi masyarakat kembali lancar. Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur penting yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas, termasuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil kebun.

“Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini. Kalau terus dibiarkan, kami khawatir jalan bisa putus dan aktivitas masyarakat akan semakin sulit,” tambahnya.

Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar perbaikan jalan menuju tiga kampung tersebut dapat segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas dan keselamatan masyarakat.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait