Libatkan SMK dan Masyarakat, Dinas Perikanan Berau Kembangkan Produk Ikan Kaleng

Selasa, 20 Januari 2026 12:53 WITA
Suasana Siswa Dan Siwsi SMKN 3 Tanjung Batu mengikuti pelatihan membuat produk ikan kaleng

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Kabupaten Berau mulai mengembangkan inovasi pengolahan hasil laut berupa produk ikan kaleng. Menariknya, program ini tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga melibatkan dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan pengembangan ikan kaleng tersebut menggandeng SMKN 3 Tanjung Batu sebagai mitra. Keterlibatan sekolah kejuruan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa.

Baca Juga  "Menteri Kelautan dan Perikanan Akan Mengunjungi Berau: Penyerahan Izin Resort, Penanaman Mangrove, dan Asuransi Nelayan Jadi Sorotan Utama"

“Kami ingin anak-anak sekolah ikut terlibat dan belajar langsung. Ini bagian dari menyiapkan sumber daya manusia lokal yang punya keterampilan,” ujar Abdul Majid. Selasa (20/1/2026) saat ditemui di Bapelitbang.

Menurutnya, siswa tidak hanya berperan sebagai pendukung tenaga kerja, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik dalam proses pengolahan hasil perikanan, mulai dari penanganan bahan baku hingga pengemasan.

Untuk bahan baku, ikan yang digunakan direncanakan berasal dari wilayah pesisir Berau, seperti Talisayan dan sekitarnya, yang selama ini dikenal sebagai sentra perikanan tangkap. Selain itu, masyarakat sekitar, termasuk kelompok ibu-ibu, juga akan dilibatkan dalam aktivitas sentra pengolahan ikan.

Baca Juga  Dandim 0909/Sangatta Beri Arahan Pada Calon Prajurit TNI Asal Kutim

“Ini bukan hanya soal produksi, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Suasana Siswa Dan Siwsi SMKN 3 Tanjung Batu mengikuti pelatihan membuat produk ikan kaleng

Pada tahap awal, Dinas Perikanan menyiapkan beberapa varian produk ikan kaleng, di antaranya ikan tuna dan cumi, yang disesuaikan dengan ketersediaan hasil tangkapan nelayan lokal.

Abdul Majid menegaskan, pengembangan ini masih dimulai dari skala kecil. Namun jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, potensi bisnis perikanan di Berau dinilai sangat besar.

Baca Juga  Wakil Bupati Asahan Hadiri Penutupan PIISU ke-11 Tahun 2025

“Kita mulai dari skala kecil. Tapi kalau dikelola dengan serius, peluang bisnis perikanan ini sangat besar untuk berkembang,” pungkasnya.

Reporter : Akmal I Editor : Edi


Bagikan:
Berita Terkait