Lonjakan Investasi Berau Diharapkan Serap Tenaga Lokal

Jumat, 28 November 2025 09:05 WITA

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB -Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Berau sepanjang tahun 2025 terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Berdasarkan catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Berau, nilai investasi hingga akhir triwulan III telah menembus angka Rp7,4 triliun. Capaian ini jauh melampaui target yang sebelumnya dipatok sebesar Rp4,5 triliun.

Lonjakan tersebut mendapat sorotan dari kalangan legislatif, khususnya DPRD Berau. Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, menilai tingginya realisasi investasi harus diimbangi dengan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam pembukaan lapangan kerja.

Anggota DPRD Berau, Abdul Waris

Ia mengingatkan agar kehadiran para investor tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja dari wilayah setempat. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton.

Baca Juga  DPRD Berau Dorong Pemerintah Libatkan Nelayan Lokal dalam Pengawasan Illegal Fishing

“Investasi yang besar harus sejalan dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Perusahaan perlu ambil bagian dalam peningkatan keterampilan warga Berau, khususnya generasi muda,” ujar Abdul Waris, Jumat (28/11/2025).

Ia menambahkan, kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan perusahaan harus dibangun sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, kompetensi yang diberikan dalam pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang.

“Kalau sejak awal perusahaan dilibatkan, maka pelatihan bisa diarahkan sesuai standar yang mereka butuhkan. Ini akan memperbesar peluang anak muda kita untuk langsung bekerja,” jelasnya.

Baca Juga  Potensi Pemuda dan Ekonomi Berkelanjutan Indonesia Tinjauan dan Strategi

Di sisi lain, Abdul Waris tetap menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang memilih Berau sebagai tujuan penanaman modal. Namun ia menegaskan, keberhasilan investasi akan terasa timpang apabila tidak diiringi dengan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat setempat.

Ia juga mendorong agar program pelatihan yang dijalankan Balai Latihan Kerja (BLK) terus diperbarui menyesuaikan kebutuhan pasar kerja. Dengan langkah tersebut, lulusan BLK diharapkan tidak hanya mengantongi sertifikat, tetapi benar-benar siap pakai di dunia industri.

“BLK harus menjadi penghubung antara dunia usaha dan pencari kerja. Jika ini berjalan optimal, maka masyarakat Berau akan merasakan langsung manfaat dari investasi yang masuk,” tutupnya.(ADV)

Bagikan:
Berita Terkait