Masyarakat Melaporkan, Penambang Batu Bara Ilegal Diringkus

TIDAK PUNYA IZIN: Direskrimsus bersama Kabid Humas menerangkan pengungkapan kasus batu bara ilegal yang awalnya dilaporkan oleh masyarakat melalui nomor hotline Kapolda Kaltim. (Foto:NEWSNUSANTARA)
TIDAK PUNYA IZIN: Direskrimsus bersama Kabid Humas menerangkan pengungkapan kasus batu bara ilegal yang awalnya dilaporkan oleh masyarakat melalui nomor hotline Kapolda Kaltim. (Foto:NEWSNUSANTARA)

NEWSNUSANTARA.COM BALIKPAPAN-Nomor aduan hotline milik Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto menjadi akses laporan masyarakat adanya tindak pidana yang menjadi perhatian khusus. Termasuk kejahatan tambang batu bara ilegal yang masih berlangsung di wilayah Kaltim. Melalui nomor hotline Kapolda Kaltim 08115421990, warga melaporkan adanya aktivitas tambang batu bara ilegal di wilayah Sebulu, Kukar.

Personel Ditreskrimsus Polda Kaltim langsung bergerak menuju lokasi yang dilaporkan pada Sabtu (3/12). Saat itu juga, polisi mengamankan 24 orang di lokasi tambang batu bara ilegal. Di waktu malam hari, anggota Ditreskrimsus langsung menyita tumpukan batu bara, alat berat, kapal tongkang dan lainnya.
Pengungkapan kasus tersebut dijelaskan oleh Direskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Indra Lutrianto Amstomo bersama Kabid Humas Kombes Pol Yusuf Sutejo di Mapolda Kaltim, Senin (5/12) sore kemarin.

Indra menjelaskan, awalnya warga melaporkan lewat nomor hotline Kapolda Kaltim. “Saat itu warga melaporkan namun belum ada barang bukti apapun. Merepon laporan tersebut, kami langsung menuju TKP yang lokasinya jauh, 6 jam perjalanan. Di TKP kami langsung melakukan tindakan-tindakan, diantaranya mengamankan 24 orang pekerja, mengamankan alat-alat berat, mengamankan tumpukan batu bara dan lainnya, ” papar Indra.

TIDAK PUNYA IZIN: Direskrimsus bersama Kabid Humas menerangkan pengungkapan kasus batu bara ilegal yang awalnya dilaporkan oleh masyarakat melalui nomor hotline Kapolda Kaltim. (Foto:NEWSNUSANTARA)

Dari hasil gelar perkara, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni YP selaku pengawas dan DA selalu pemodal. Dua tersangka warga Samarinda langsung ditahan di Polda Kaltim untuk menjalani proses hukum.

Ditambahkan Indra, barang bukti yang disita adalah 3 unit ekskavator, 3 unit dozer, 6 unit damtruk, 5.000 metrik ton tumpukan batu bara, 1.000 metrik ton tumpukan batu bara di tempat lainnya, 1.000 metrik ton batu bara sudah dimuat di kapal tongkang. Indra menegaskan, kasus ini bukan Izin Usaha Pertambangan Palsu (IUP). “Kasus ini tambang ilegal. Pelaku menambang batu bara tanpa izin. Nanti waktu mau menjual batu bara memakai PT, ” jelasnya.
Ditanya mengenai keuntungan yang sudah diraih pelaku, Indra mengatakan, pelaku belum mendapatkan keuntungan. “Berdasarkan pengakuan tersangka, baru melakukan penambangan selama beberapa minggu, ” imbuhnya.
Sedangkan pemilik lahan adalah masyarakat yang dikerjakan oleh pelaku. “Pemilik lahan belum kami periksa. Pemilik kapal tongkang juga belum diperiksa. Baru nakhoda yang kami periksa. Saat ini pengembangan kasus sedang kami lakukan. Pihak-pihak terkait pasti kami periksa, ” tegasnya.

Ditambahkan lagi oleh Indra, perbutan pelaku merusak lingkungan dan merugikan negara karena tidak memberikan kontribusi pada keuangan negara. “Barang bukti batu bara akan kami lelang. Ini untuk membantu memberikan pemasukan keuangan negara. Tersangka dijerat pasal
158 dan 161 UU Minerba, ” pungkasnya. (Nyo/sar)