Pelayanan Puskesmas Talisayan Ditutup, DPRD Soroti Kekurangan Dokter

Jumat, 17 April 2026 08:15 WITA

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB –Penutupan pelayanan pasien di Puskesmas Talisayan menuai sorotan dari DPRD Berau.‎Anggota Komisi I, Thamrin, menilai kondisi tersebut tidak wajar mengingat puskesmas tersebut merupakan salah satu fasilitas kesehatan terbesar di wilayah pesisir.

‎Ia menjelaskan, Puskesmas Talisayan memiliki cakupan layanan luas, mulai dari Talisayan hingga Biduk-Biduk. Karena itu, penghentian pelayanan dinilai berdampak besar terhadap masyarakat.

‎“Ini sangat aneh, kenapa menutup pelayanan pasien,” tegas Thamrin.

Baca Juga  Mayat Tanpa Busana di Kebun Tebu Gemparkan Warga



‎Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui penutupan terjadi akibat dua faktor utama, yakni kekurangan sumber daya manusia (SDM) dan belum terbitnya surat keputusan (SK) penugasan dokter.

‎Menurutnya, dokter honor sebenarnya sudah tersedia, namun belum bisa bertugas karena terkendala administrasi. Sementara dokter CPNS yang ditempatkan juga belum sepenuhnya aktif.

‎”Jadi pelayanan terpaksa ditutup,” ujarnya.

‎Dampak dari kondisi tersebut, pasien dari Talisayan terpaksa dialihkan ke Puskesmas Biatan. Namun, hal itu justru memicu persoalan baru karena fasilitas di Biatan mengalami kelebihan kapasitas.

‎“Di sana sudah overcapacity. Dokternya juga keberatan karena jumlah pasien terlalu banyak,” jelasnya.

‎Selain itu, keterbatasan aturan rujukan BPJS juga memperparah situasi, karena jumlah pasien yang bisa dirujuk ke rumah sakit dibatasi.

‎Thamrin berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan, termasuk kejelasan instansi yang mengeluarkan nota dinas perpindahan dokter.

‎“Kami minta diperjelas, kenapa dokter bisa pindah padahal kita masih kekurangan tenaga,” tegasnya.

‎Reporter: Akmal | Editor: Hendra

Baca Juga  Kudus Terapkan Tilang Elektronik Andalkan Kamera CCTV di Lima Titik Persimpangan Jalan
Bagikan:
Berita Terkait