Pembangunan Sekolah Rakyat Tertunda, Lahan di Gunung Tabur Belum Memenuhi Kriteria

Rabu, 19 November 2025 02:02 WITA

NEWSNUSANTARA,TANJUNG REDEB – Upaya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Berau masih belum dapat direalisasikan. Penyebab utamanya, lahan yang disiapkan di wilayah Gunung Tabur, tepatnya di Simpang Tiga Maluang menuju Tanjung Selor, belum memenuhi persyaratan teknis yang diminta pemerintah pusat.

Program Sekolah Rakyat mensyaratkan pemerintah daerah menyediakan lahan siap bangun seluas 5–10 hektare. Namun hingga kini, lahan yang disiapkan baru sebatas cut and fill atau land clearing, dan belum berada pada kondisi lahan datar sesuai standar.

Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menjelaskan keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama pengerjaan lahan belum bisa dituntaskan.
Kita baru sampai cut and fill atau land clearing. Itu pun biayanya sangat terbatas. Jadi sejauh mana cakupannya, belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Baca Juga  Sebanyak 165 Mantan Siswa Secaba Rindam V/Brawijaya, Resmi dilantik Berpangkat Sersan Dua
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi

Akibat kondisi tersebut, proposal pembangunan Sekolah Rakyat untuk tahun 2025 ditolak oleh pemerintah pusat.
Lahan kita ditolak karena belum siap bangun. Pusat mintanya lahan benar-benar flat dan siap dibangun. Saat itu kita belum siap,” tambahnya.

Iswahyudi menegaskan bahwa tantangan penyediaan lahan siap bangun tidak hanya dialami Berau.
Aceh, Kutai Timur, dan beberapa daerah di Kalimantan Timur juga mengalami kesulitan. Menyediakan lahan rata 5–10 hektare itu bukan hal mudah,” tuturnya.

Baca Juga  Program Listrik Gratis Wujudkan Berau Terang 2027

Meski begitu, Dinas Sosial Berau tetap berusaha menyiapkan lahan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Kita tetap siapkan semampunya. Jika nanti pusat memberi instruksi untuk dilanjutkan, mudah-mudahan kita sudah siap,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, lahan di Gunung Tabur dinyatakan belum memenuhi kategori siap bangun untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Untuk saat ini memang belum. Dan untuk menentukan lokasi mana yang paling cocok, masih kita kaji,” tutupnya.

Baca Juga  Tutup Festival Pemuda, Gamalis Harap Bisa Jadi Penggerak Kegiatan Positif di Masa Depan

Reporter: Akmal

Bagikan:
Berita Terkait