Penuhi Fasilitas di Kampung Melalui ADK

Jumat, 20 November 2020 03:25 WITA

BUAT DAFTAR : Pemerintah kampung harus membuat daftar program yang akan dijalankan. Hal ini juga sebagai transparansi kepada masyarakat dalam memenuhi fasilitas di kampung.

NEWSNUSANTARA,BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau berharap agar pemerintah kampung bisa memenuhi fasilitas yang ada di kampungnya masing-masing melalui alokasi dana kampung (ADK). Pemenuhan bisa dilakukan bertahap dengan memperhatikan kebutuhan prioritas yang ada di masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Ilyas Natsir mengatakan, dalam memenuhi fasilitas ini pemerintah kampung harus membuat daftar program prioritas. Hal apa saja yang masih diperlukan oleh masyarakat baik yang skala kecil dan besar. “Desa pun bisa merencanakan pembangunan dengan skala besar. Tapi harus tetap diperhatikan dan didahulukan mana yang lebih penting untuk dibangun,” tegasnya.

Baca Juga  Bangun Sarana dan Prasarana di Destinasi Wisata Unggulan, Disbudpar Kucurkan Rp 22 Miliar

Dengan begitu diharapkan pengelolaan ADK ini bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Sehingga sasaran untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah yaitu menciptakan lapangan kerja serta mengentaskan kemiskinan di setiap kampung bisa terwujud. “Tentu kita harap juga agar kedepannya tidak ada lagi kampung sangat tertinggal dan tertinggal. Terjadi peningkatan IDM hingga akhirnya memberikan kemandirian di kampung,” ujarnya.

Baca Juga  Soroti Izin OSS yang Terbit Bersamaan Tapi Berbeda Luas

Ditegaskan agar fasilitas yang telah dibangun ini juga bisa dijaga oleh seluruh masyarakat. Dari fasilitas ini bisa memberikan manfaatkan signifikan kepada masyarakat. “Seperti lapangan futsal yang bisa menghasilkan atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah di tingkat bergengsi. Kemudian Jalan sebagai solusi kepada masyarakat agar lebih mudah dalam melakukan aktivitas yang bisa meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Baca Juga  Wabup Intruksikan Pemasangan Jembatan Bailey di Segah

Kemudian dari ADK ini juga diharapkan bisa menciptakan kemandirian ekonomi di kampung. Pemerintah daerah pun telah memberikan porsi besar senilai Rp 300 juta sebagai penyertaan modal dalam pengelolaan BUMK.

Bagikan:
Berita Terkait