Petugas Umroh Positif Covid. Kepala SPHU Kota Tarakan : Pemberangkatan tidak di tutup

Selasa, 18 Januari 2022 02:48 WITA

NEWSNUSANTARA.COM, TARAKAN – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (SPHU) H. Muhammad Aslam, membenarkan adanya petugas pelaksana Umrah RI terpapar covid-19 sepulang dari penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah di Negeri Arab.

“iya ada, makanya setelah diketahui bahwa ada yang terpapar makanya mau ditinjau ulang, mau dilihat. Ternyata hasilnya tetap pelaksanaannya 1 pintu,” ujar Aslam kepada Newsnusantara saat dijumpai Di kantor Kementerian Agama Kota Tarakan (18/01/2022).

Baca Juga  Perwakilan 7 Daerah Serahkan Dukungan 8 Ribu Lebih 

Hingga saat ini, Terdapat 4 jamaah provinsi kalimantan utara yang sudah diberangkatkan diantaranya 1 jamaah dari tarakan dan 3 jamaah dari bulungan, dimana kebijakan jalur perjalanan ibadah umrah masih menekan 1 pintu yang artinya seluruh jamaah indonesia diberangkatkan melalui jakarta.

Aslam juga turut menanggapi kondisi pandemi covid-19 enggan kunjung berakhir dan berusaha serta mengupayakan para jamaah sesuai dengan arahan pusat.

“Sebenarnya umrah itu kalau kita didaerah inikan apa kebijakan pusat kami teruskan didaerah dan kami akan sosialisasikan ke daerah ini khususnya tarakan. semua kebijakan apa saja yang mereka putuskan dipusat, kami siap dan kami laksanakan. Tinggal bagaimana kami mensosialisasikan kepada jamaah,” jelas Aslam.

Baca Juga  Wakil Bupati Kunjungi Negara Seychelles Tindaklanjut Kerja Sama Pengembangan Maratua

Adapun rangkaian kebijakan dan upaya yang dilakukan, diharapkan dapat perhatian bagi masyarakat yang ingin dan akan melaksanakan ibadah umrah sehingga pelaksanaan nantinya diharapkan dapat berjalan dengan semestinya dan jamaah terjaga kesehatannya.

“Tapi satu hal yang penting kami informasikan kepada seluruh jamaah umrah ini manifestasi dari haji nanti, kalau umroh ini sukses insyaallah kita doakan haji juga bisa sukses, bisa diberangkatkan. Makanya jamaah ingat, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi, baik indonesia maupun di arab saudi termasuk karantina. Pokoknya kita ikuti prosedur yang ditetapkan baik pemerintah arab saudi maupun pemerintah indonesia.” Tutup Aslam. (Putri)

Baca Juga  Sinergi Ekonomi dan Sosial Keagamaan: Bupati Asahan Terima Audiensi Bank Indonesia dan Organisasi Katolik
Bagikan:
Berita Terkait