Pewarna Urea untuk Batik dari Kampung Panaan Diminta Uji Laboratorium

Jumat, 13 Maret 2026 09:00 WITA
Beberapa contoh batik dari Kampung Panaan, yang menggunakan pewarna dari urea.

NEWSNUSANTARA- Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, meminta adanya pengujian laboratorium terhadap inovasi batik yang menggunakan pupuk urea sebagai bahan pewarna di Kampung Panaan.

Ia menilai, penggunaan bahan yang lazim dipakai di sektor pertanian itu perlu dipastikan keamanannya sebelum diproduksi atau dipakai secara luas.

Rudi mengaku baru mengetahui adanya praktik tersebut. Menurut dia, setiap inovasi memang patut diapresiasi, namun tetap harus melalui proses kajian ilmiah agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Baca Juga  Pemkab Asahan Terima Kunjungan Bappenas untuk Pastikan Stabilitas Harga Beras

“Saya baru mendengar ada batik yang memakai pupuk urea sebagai pewarna. Karena itu menurut saya perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu di laboratorium untuk memastikan kelayakannya,” katanya.

Ia menjelaskan, klaim keamanan dari pemerintah daerah belum cukup tanpa adanya hasil pengujian dari lembaga yang memiliki otoritas. Meski Dinas Pariwisata Kabupaten Berau telah menyatakan produk tersebut aman, verifikasi ilmiah dinilai tetap diperlukan.

Beberapa contoh batik dari Kampung Panaan, yang menggunakan pewarna dari urea.

Hal ini, kata dia, berkaitan dengan potensi kontak langsung antara bahan pewarna dengan kulit pengguna batik tersebut.

Baca Juga  Indikasi Kejangalan Pada Syarat Lelang Proyek

“Urea itu bahan kimia yang biasanya dipakai sebagai pupuk. Kalau bersentuhan dengan kulit, reaksinya bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu perlu analisis lebih dulu apakah aman jika digunakan pada tekstil yang dipakai sehari-hari,” ujarnya.

Ia mendorong agar instansi terkait segera melakukan penelitian dan memberikan rekomendasi resmi. Selain pengujian laboratorium, pengawasan dari lembaga independen juga dianggap penting untuk memastikan standar keamanan produk.

Rudi menyebut lembaga seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan dapat dilibatkan dalam proses pengujian tersebut.
Dengan demikian, kata dia, inovasi yang dikembangkan masyarakat tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan konsumen.

Baca Juga  RSAL Ilyas Tarakan Utamakan Vaksin Keluarga Nakes

Di sisi lain, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat Kampung Panaan yang mencoba menghadirkan terobosan baru dalam kerajinan batik.

“Inovasi seperti ini tentu kita dukung karena menunjukkan kreativitas masyarakat. Hanya saja, tetap harus ada penelitian dan analisis dari dinas terkait supaya keamanannya benar-benar terjamin,” tuturnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Hendra

Bagikan:
Berita Terkait