Produksi Perikanan Budidaya Lampaui Tahun 2024, Capaian 2025 Melonjak Signifikan

Selasa, 17 Februari 2026 11:49 WITA

NEWS NUSANTARA, TANJUNG REDEB – Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Berau menunjukkan lonjakan kinerja yang signifikan. Produksi perikanan budidaya sepanjang tahun 2025 tercatat jauh melampaui target yang sebelumnya dipatok pada 2024.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Berau, target produksi perikanan budidaya pada tahun 2024 sebesar 2.452,01 ton. Namun realisasi produksi pada tahun 2025 justru melonjak hingga 3.495,10 ton, atau meningkat lebih dari 1.000 ton dari target awal.

Baca Juga  Hujan Deras dan Angin Kencang di Samarinda, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Diskan Berau, Budiono, mengatakan capaian tersebut mencerminkan meningkatnya produktivitas sekaligus peran strategis sektor budidaya dalam menopang perekonomian daerah.

Teks Foto: Produksi perikanan, baik tangkap maupun budidaya, terus menunjukkan tren peningkatan dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di Bumi Batiwakkal.

“Total produksi perikanan budidaya di tahun 2025 mencapai 3.495,10 ton. Ini merupakan gabungan dari budidaya laut, tambak, serta budidaya air tawar,” ujar Budiono.

Ia menjelaskan, kontribusi terbesar berasal dari budidaya laut dan tambak dengan total produksi mencapai 2.918,90 ton. Komoditas yang mendominasi sektor ini antara lain bandeng, udang windu, udang bintik, kerapu, lobster, hingga rumput laut.

Baca Juga  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan Dalam Acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Asahan ke 75 Tahun 2025

Sementara itu, budidaya air tawar juga menunjukkan kontribusi yang cukup kuat dengan total produksi 576,20 ton, yang berasal dari kolam dan keramba milik masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Berau.

“Produksi air tawar didominasi kolam dan keramba rakyat. Ini menandakan peran masyarakat masih sangat besar dalam sektor perikanan budidaya,” jelasnya.

Dari sektor air tawar, ikan nila menjadi komoditas unggulan dengan produksi tertinggi mencapai 216,10 ton, disusul ikan lele 145,80 ton, ikan patin 116,20 ton, dan ikan mas 98,10 ton.

Baca Juga  Kader Posyandu Diupayakan Dapat Upah Pelayanan Kesehatan Rp 1,4 Juta Perbulan

“Empat komoditas ini paling dominan, terutama nila yang kontribusinya paling besar,” tambah Budiono.

Menurutnya, lonjakan produksi pada 2025 ini akan menjadi dasar evaluasi sekaligus pijakan Diskan Berau dalam menyusun arah kebijakan dan program pengembangan perikanan budidaya ke depan.

“Mungkin kedepan kami akan menetapkan komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: Akmal I Editor: Edi

Bagikan:
Berita Terkait