
NEWSNUSANTARA.COM,TARAKAN – Aksi unjuk rasa yang dilakukan perkumpulan komunitas berujung ricuh dengan aparat kepolisian, Kamis (24/2/22)
Pasalnya pihaknya dicegah masuk menemui pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rangka refleksi/menanyakan kinerja selama 2.5 tahun terakhir yang dianggap belum bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
Disampaikan pula ungkapan kekecewaan melalui narasi pihaknya terhadap aparat kepolisian yang dinilai terlalu memberikan perlindungan lebih terhadap DPRD.
Ditanggapi langsung pihak aparat kepolisian bahwa mahasiswa agar jangan mudah terprovokasi dan tetap bisa menjaga kondusifitas.
“Kami mohon kepada mahasiswa untuk tidak terprovokasi dan tolong jaga kondusifitas kota Tarakan” tegas Barokah mewakili pihak aparat.
Hingga pukul 14.30 WITA, aksi dorong mendorong kerap terjadi di Gedung DPRD oleh pihak aparat dan dan ratusan mahasiswa. (Putri)





