Rumah Kesenian Batiwakkal Luncurkan “Jelajah Karya”, Bawa Karya Gambus Pemuda Berau ke Tiga Kota

Selasa, 27 Januari 2026 12:39 WITA

NEWSNUSANTARA BERAU- Rumah Kesenian Batiwakkal (RKB) asal Kabupaten Berau resmi memulai program tur kesenian bertajuk Jelajah Karya. Program ini menjadi perjalanan perdana RKB dalam memperkenalkan karya seni tradisional Berau ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur.

Kegiatan Jelajah Karya akan berlangsung selama 26–31 Januari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, RKB dijadwalkan mengunjungi tiga kota, yakni Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan.

Pembimbing RKB, Hidayatullah, menyebut tur ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengangkat potensi generasi muda Berau, khususnya di bidang kesenian tradisional. Salah satu yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Muhammad Dennis Setiawan, pelajar lokal yang memiliki keahlian membuat alat musik gambus.

Baca Juga  Pengedar Pil Koplo dari Wonorejo Dibekuk Polisi

“Di Berau, saat ini hanya ada satu anak muda yang mampu membuat gambus secara mandiri. Kami merasa penting untuk membuka ruang agar kemampuannya bisa dikenal lebih luas,” kata Hidayatullah, Senin (27/1/2026).

Pembimbing RKB, Hidayatullah bersama tim RKB lainnya saat mengunjungi beberapa daerah untuk memperkenalkan seni tradisional Berau.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan Jelajah Karya diinisiasi secara mandiri oleh RKB. Program ini berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya wadah pengembangan bagi pemuda dan pemudi Berau yang memiliki potensi di bidang seni budaya.

Baca Juga  Bupati Asahan Lepas 200 Pelajar Meriahkan Festival Fun Run Sumut 2025

“Banyak bakat yang tumbuh, tapi belum punya ruang untuk berkembang. Dari situ kami merasa perlu bergerak,” ujarnya.

Melalui Jelajah Karya, RKB ingin mendorong pelajar dan generasi muda untuk tidak hanya mempertahankan keterampilan yang telah dimiliki, tetapi juga memperluas kemampuan ke bidang seni tradisional lainnya, termasuk pembuatan berbagai alat musik daerah.

Baca Juga  Pemkab Asahan Konsolidasikan Peran Posyandu sebagai Simpul Layanan Sosial Dasar Tahun 2025

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus proses pewarisan kesenian yang lebih terarah. Dengan demikian, pelestarian seni tradisional tidak berhenti pada praktik individual, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif.

Hidayatullah berharap tur perdana ini dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya seni dan budaya lokal.

“Kami ingin anak-anak Berau percaya bahwa karya tradisi punya nilai dan masa depan. Jelajah Karya ini baru langkah awal,” pungkasnya.

Reporter: Marta Tongsay | Editor: Edi

Bagikan:
Berita Terkait